Porsche Kembangkan Daur Ulang Limbah Otomotif Lewat Teknologi Gasifikasi

Produsen mobil sport asal Jerman, Porsche, menggandeng perusahaan besar kimia BASF dan BEST untuk mendaur ulang limbah otomotif kompleks menjadi material baru melalui proses gasifikasi sebagai alternatif pembakaran konvensional.

oleh Azkal AzkiaDiterbitkan 03 Januari 2026, 10:03 WIB
Daur ulang pada lmbah campuran dilakukan oleh Porsche menjadi busa untuk kemudi (Autocar)

Liputan6.com, Jakarta - Porsche, merek mobil mewah berperforma tinggi asal Jerman, tidak hanya menciptakan inovasi serta desain ikoniknya pada model sport saja. Namun, di balik layar, Porsche juga melakukan penyempurnaan pada metode daur ulang yang jauh lebih baik. 

Dikutip dari laman Autocar, Porsche bekerja sama dengan perusahaan raksasa kimia asal Jerman, yaitu BASF SE dan mitra teknologi BEST (Bioenergy and Sustainable Technologies). Ketiga perusahaan tersebut menyelesaikan proyek bersama untuk mendaur ulang limbah campuran yang bermasalah.

Salah satu kesulitan dalam daur ulang otomotif adalah terkait sisa material limbah yang terfragmentasi setelah semua logam dikeluarkan.

Pasalnya, setelah dibongkar menjadi bagian-bagian individual, ada beberapa di antaranya yang dapat di daur ulang dan ada juga yang dihancurkan untuk menghasilkan residu penghancur otomotif (ASR), seperti tekstil, kaca, busa, plastik, hingga partikel cat.

Sejauh ini, ASR tersebut sering dibuang dengan memulihkan energi sebagai panas melalui pembakaran, tetapi yang ideal adalah dapat mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang dapat digunakan.

ASR memiliki campuran material yang kompleks, yang tidak bisa dilebur begitu saja seperti baja atau aluminium untuk digunakan kembali.

Namun, ASR dapat melalui proses yang mengubahnya menjadi gas sebagai langkah pertama dalam produksi plastik bermutu tinggi. 

Proses tersebut kemudian dikenal dengan ‘gasifikasi’ yang ditemukan beberapa ratus tahun lalu dan telah dikembangkan serta digunakan selama bertahun-tahun untuk menghasilkan gas kota, bahan bakar sintetis dan bahan kimia, serta bahan bakar transportasi dari batu bara.

Porsche menyatakan bahwa bahan baku yang dihasilkan dari gasifikasi memiliki kualitas yang setara dengan bahan baku primer konvensional.

Dalam proyek percontohan ini, mereka menggunakan busa tersebut untuk membuat roda kemudi baru. 

Tujuannya adalah untuk menggunakan proses gasifikasi dengan cara ini dalam skala yang lebih besar sebagai alternatif dari metode pemulihan energi termal yang ada.

Proses Gasifikasi

Proses gasifikasi dilakukan dengan memanaskan material di atas suhu 700 derajat Celcius dan sedikit oksigen untuk menghasilkan ‘syngas’ atau gas sintesis.

Syngas tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan panas juga sebagai langkah awal untuk memproduksi bahan bakar cair sintesis. 

Namun, Syngas tersebut bagi BASF digunakan untuk membuat poliuretan, yang kemudian dikirim ke pemasok khusus untuk membuat busa poliuretan.

Melalui hal tersebut, bentuk daur ulang ini memiliki manfaat tambahan, yaitu limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang karena alasan teknis, ekonomi, atau ekologis dapat digunakan untuk membuat komponen berkualitas tinggi.

Porsche bersama dengan BASF dan BEST tampaknya sukses telah menyelesaikan proyek bersama untuk mendaur ulang limbah campuran yang bermasalah, dari kendaraan yang sudah habis masa pakainya menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk membuat komponen baru berkualitas tinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya