Desak Hentikan Genosida di Gaza, Ratusan Ribu Orang Tutupi Jembatan Galata Turki

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 01 Januari 2026, 17:15 WIB
Desak Diakhirinya Genosida di Gaza, Ribuan Orang Tutupi Jembatan Galata Turki
Ratusan ribu orang berkumpul di Jembatan Galata, Istanbul, Turki, melakukan aksi solidaritas besar-besaran bagi rakyat Palestina di Gaza. Mereka menyerukan segera diakhirinya genosida di Gaza. Para pengunjuk rasa membawa pesan: "Kami tidak akan takut, kami tidak akan diam, kami tidak akan melupakan Palestina". Menurut berbagai sumber medis pada Rabu 31 Desember 2025, sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023 lalu, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 71.269 orang. Sementara 171.232 lainnya mengalami luka, baik ringan maupun berat. Saat ini, ada lebih dari 1,5 juta warga Palestina tinggal di tenda-tenda darurat dalam kondisi serba kekurangan di tengah kehancuran luas serta ancaman musim dingin. Tidak sedikit warga Palestina di Gaza memilih berteduh di bangunan yang rusak parah akibat serangan Israel, meski berisiko runtuh.
Foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. Ratusan ribu orang berkumpul di Jembatan Galata, Istanbul, Turki, melakukan aksi solidaritas besar-besaran bagi rakyat Palestina di Gaza. (Yasin AKGUL/AFP)
Mereka menyerukan segera diakhirinya genosida di Gaza. Tampak foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)
Para pengunjuk rasa membawa pesan: "Kami tidak akan takut, kami tidak akan diam, kami tidak akan melupakan Palestina". Tampak foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)
Menurut berbagai sumber medis pada Rabu 31 Desember 2025, sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023 lalu, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 71.269 orang. Tampak dalam foto, orang-orang mengibarkan bendera Turki dan bendera Palestina saat mereka berdemonstrasi sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)
Sementara, 171.232 lainnya mengalami luka, baik ringan maupun berat. Tampak dalam foto, orang-orang mengibarkan bendera Turki dan bendera Palestina saat mereka berdemonstrasi sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)
Saat ini, ada lebih dari 1,5 juta warga Palestina tinggal di tenda-tenda darurat dalam kondisi serba kekurangan di tengah kehancuran luas serta ancaman musim dingin. Tampak foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)
Tidak sedikit warga Palestina di Gaza memilih berteduh di bangunan yang rusak parah akibat serangan Israel, meski berisiko runtuh. Tampak foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya