Harga Emas dan Perak Turun di Akhir Tahun 2025, Ternyata Gara-gara Ini

Harga emas dan harga perak dunia melemah setelah CME Group kembali menaikkan margin kontrak berjangka di tengah volatilitas pasar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Januari 2026, 07:40 WIB
Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dan harga perak dunia melemah pada perdagangan Rabu (31/12/2025), setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli tahunan yang bersejarah. Tekanan terhadap harga komoditas logam mulia ini juga datang dari langkah CME Group yang kembali menaikkan margin kontrak berjangka logam mulia untuk kedua kalinya dalam sepekan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (1/1/2026), harga emas di pasar spot turun 0,1% ke level USD 4.339,89 per ounce pada pukul 08.50 waktu AS (ET). Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan jelang pergantian tahun, setelah emas mencetak level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, harga perak spot anjlok tajam 5,6% ke USD 72,15 per ounce. Penurunan ini memangkas sebagian keuntungan setelah perak sempat menembus USD 80 per ounce di awal pekan—level tertinggi yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Meski terkoreksi, pergerakan tersebut terjadi di penghujung tahun yang luar biasa bagi logam mulia. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 64% dan berada di jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979, sekaligus mencatatkan tiga tahun berturut-turut di zona positif.

Reli emas ditopang berbagai faktor, mulai dari pemangkasan suku bunga AS, ketegangan tarif perdagangan, hingga kuatnya permintaan dari produk exchange-traded fund (ETF) serta bank sentral global.

 

Kinerja Perak Lampaui Emas

(Ilustrasi perak-silver by AI)

Kinerja perak bahkan jauh melampaui emas pada 2025. Logam ini, yang beberapa hari terakhir mengalami volatilitas tinggi, diperkirakan membukukan kenaikan hampir 150% secara tahunan—terbaik sejak 1979.

Lonjakan harga perak dipicu kombinasi pasokan yang ketat, tingginya permintaan dari India, kebutuhan industri, serta kebijakan tarif.

 

Dampak Kebijakan CME Group ke Trader

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Di sisi lain, CME Group—salah satu bursa perdagangan komoditas terbesar di dunia—menyatakan pada Selasa bahwa margin untuk kontrak berjangka emas, perak, platinum, dan paladium akan kembali dinaikkan setelah penutupan perdagangan Rabu.

Dalam pernyataannya, CME menyebut keputusan tersebut diambil “as per the normal review of market volatility to ensure adequate collateral coverage” atau sebagai bagian dari peninjauan rutin terhadap volatilitas pasar guna memastikan kecukupan jaminan.

Kebijakan ini berarti para trader harus menyetor dana jaminan lebih besar saat membuka posisi, untuk mengantisipasi risiko gagal bayar ketika kontrak jatuh tempo. Sebelumnya, kenaikan margin yang dilakukan CME di awal pekan juga sempat memicu penurunan tajam harga emas dan perak berjangka pada perdagangan Senin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya