Liputan6.com, Jakarta - Insiden mematikan yang melibatkan turis asing kembali menimpa wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Kali ini menimpa turis Australia bernama Nathan Jhon Scoot saat mengalami serangan panik saat sedang menyelam di perairan Tulamben, tepatnya di Pantai Pura Segara, Banjar Dinas Tulamben, Karangasem, Bali, pada Selasa, 30 Desember 2025.
Mengutip keterangan di akun Instagram @polsekkubu_, Rabu, 31 Desember 2025, seorang saksi melaporkan bahwa korban sedang menyelam bersama dua orang instruktur, berjarak kurang lebih 150 meter dari bibir Pantai Segara. Saat berada di kedalaman sekitar 15 meter, korban tiba-tiba ketakutan.
Advertisement
Ia kemudian melepas regulator selamnya dan segera naik ke permukaan laut. Melihat kejadian tersebut, salah satu saksi berteriak meminta pertolongan kepada masyarakat di sekitar pantai.
Teriakan tersebut didengar seorang nelayan setempat yang kemudian menggunakan perahunya langsung menuju lokasi kejadian. Tetapi setibanya di tengah lau, nelayan itu melihat turis laki-laki tersebut sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bernyawa.
"Selanjutnya, korban segera dievakuasi ke bibit pantai," bunyi keterangan unggahan tersebut.
Setelah mendapat laporan, Kapolsek Kubu AKP I Nyoman Sukarna bersama beberapa polisi lainnya segera mendatangi TKP. Mereka juga berkoordinasi dengan Puskesmas Kubu I untuk memeriksa kondisi pria kelahiran 30 Januari 1975 itu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, dr. Andien Nikita dari Puskesmas Kubu I menyatakan turis Australia itu sudah meninggal dunia. Korban diperkirakan meninggal sekitar satu jam sebelum diperiksa.
"Ditemukan lebam mayat di dada dan punggung, lidah tergigit, keluar busa dari hidung, serta belum ditemukan tanda-tanda kaku mayat," kata dr. Andien.
Tanggapan Konsulat Jenderal Australia di Bali
Sementara itu, laman news.com.au melaporkan bahwa saksi yang dimaksud adalah seorang penyelam dari Afrika Selatan. Ia pula yang berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar hingga menarik perhatian seorang nelayan setempat.
Bersama dengan penyelam dari Afrika Selatan, kedua pria itu mengangkat penyelam yang tidak sadarkan diri ke dalam perahu dan kembali ke pantai, dengan layanan darurat dipanggil. Namun, nyawa pria itu tak terselamatkan.
Menurut keterangan Polsek Kubu Raya, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karangasem, dan penanganan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut ditangani Sat Polair Polres Karangasem. Konsulat Jenderal Australia di Bali telah mengetahui kondisi warganya.
Kepada news.com.au, seorang juru bicara menyampaikan, "Departemen Luar Negeri dan Perdagangan memberikan bantuan konsuler kepada keluarga seorang warga Australia yang meninggal di Bali." "Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga di masa sulit ini," tambah pernyataan itu.
Berselang 4 Hari dari Tenggelamnya Pelatih Valencia CF di Labuan Bajo
Insiden itu menambah panjang daftar kasus kematian turis asing yang berlibur di Indonesia, bahkan berselang kurang dari seminggu dari insiden tenggelamnya pelatih Timnas Sepakbola Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan tiga anaknya di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat, 26 Desember 2025.
Pada hari keempat pencarian,tepatnya Senin pagi, 29 Desember 2025, tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah anak perempuan pelatih Valencia CF. Hal itu berdasarkan hasil identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) yang terdiri dari Dokkes dan Inafis Polres Manggarai Barat.
"Dari pencocokan antemortem didapatkan kecocokan data sekunder seperti warna rambut korban, anting, kalung, gelang dengan tulisan berbahasa Spanyol, dan ciri-ciri khusus lainnya," tutur Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, pada Senin, 29 Desember 2025, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Desember 2025.
Pengungkapan itu juga berdasarkan hasil pencocokan data primer seperti data identitas diri termasuk sidik jari dan dinyatakan identik dengan salah satu korban. "Kita juga mencocokkan data sidik jari yang ada di database Kedutaan Besar Spanyol agar memastikan identitas dari jenazah tersebut," ujarnya.
Pelatih Valencia CF dan 2 Anak Lelakinya Belum Ditemukan
Christian juga menjelaskan pihak keluarga dari jenazah tersebut telah dihubungi untuk memastikan identitas korban dan mengecek fisiknya. "Keluarga korban sudah memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan kerabatnya," ungkapnya.
Christian menyatakan jenazah dimaksud ditemukan nelayan di perairan Pulau Serai pada Senin pagi, 29 Desember 2025. Kurang dari 24 jam, pihaknya berhasil mengungkap identitas jenazah tersebut.
Berdasarkan data operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), jenazah dimaksud bernama Martines Ortuno Maria Lia. Jenazahnya, kata Christian, masih dititipkan di RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo.
"Kami masih menunggu petunjuk dari pihak keluarga dan Kedutaan Besar Spanyol yang ada di Jakarta," ujarnya.
Menyusul belum ditemukannya pelatih Valencia CF dan dua anak lelakinya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian. "Tadi pencarian dilakukan hingga 30 nautical mile ke bagian utara dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari lokasi kejadian," kata Koordinator Pos SAR Manggarai Barat Edy Suryono di Pos Pulau Padar, Labuan Bajo, Selasa, 30 Desember 2025.