Liputan6.com, Jakarta - PLN Indonesia Power kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan menyiapkan daya mampu pasok mencapai 19.228 MW.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Purnomo mengatakan, dalam periode siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru), Subholding PLN Indonesia Power menyiapkan daya mampu netto sebesar 20.900 MW, dengan daya mampu pasok mencapai 19.228 MW dan tingkat keandalan pembangkit (availability factor) rata-rata 92 persen.
Advertisement
"Sebanyak 443 unit mesin pembangkit yang tersebar di 43 Unit Bisnis disiagakan untuk memastikan sistem pembangkitan tetap berjalan andal dan stabil," kata Purnomo, Rabu (31/12/2025).
Tak hanya dari sisi pembangkit, kesiapan energi primer juga berada dalam kondisi aman. Stok batubara rata-rata mencapai 23 Hari Operasi Pembangkit (HOP), LNG 12 HOP, dan BBM 20 HOP, sehingga operasional pembangkit dapat berlangsung tanpa hambatan selama periode libur panjang.
Dari sisi sumber daya manusia dan pengamanan, PLN Indonesia Power mengerahkan 4.882 personel siaga, yang terdiri dari 1.623 personel operasi, 675 personel pemeliharaan, dan 2.584 personel pengamanan korporat.
Untuk mendukung respons cepat di lapangan, turut disiagakan 33 unit mobil pemadam kebakaran, 25 unit ambulans, berbagai peralatan pendukung, serta material cadang gangguan dalam jumlah memadai. Selain itu, 76 Posko Siaga Keandalan Pembangkit dioperasikan dan tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Indonesia Power.
"Melalui kesiapsiagaan menyeluruh ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru dengan nyaman, hangat, dan penuh sukacita," tutupnya.
Antisipasi Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69 Ribu Personel Sambut Nataru 2025/2026
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyiagakan 69.000 personel di seluruh Indonesia selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Langkah ini diperkuat dengan pemanfaatan sistem digital terintegrasi untuk memantau dan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah sepanjang periode Nataru.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memimpin langsung Commander Call secara daring bersama seluruh unit PLN se-Indonesia, subholding, dan anak perusahaan di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV) Pedan, Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 25 Desember 2025.
"Hari ini kami melaksanakan apel siaga kelistrikan nasional, dan salah satu titik yang kami tinjau langsung adalah GITET 500 kV Pedan. Lokasi ini sangat strategis karena menjadi penghubung sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali," ujar Darmawan, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/12/2025).
Ia menegaskan, seluruh personel PLN bersiaga 24 nonstop memberikan perhatian penuh terhadap suplai listrik di tengah kondisi cuaca ekstrem, terutama saat periode Nataru. Langkah ini sejalan dengan arahan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar layanan kelistrikan tetap optimal di berbagai wilayah Indonesia.
Para personel yang bersiaga juga dilengkapi dengan 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 Unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 unit mobil operasional, serta 4.412 unit sepeda motor operasional.
"Seluruh unit PLN telah melaporkan bahwa semua lokasi prioritas terjaga dengan optimal tanpa adanya gangguan kelistrikan, sehingga aktivitas ibadah, layanan publik, dan mobilitas masyarakat selama periode Nataru dapat berlangsung aman dan lancar," kata Darmawan.
PLN Perkuat Koordinasi
Dalam menghadapi dinamika cuaca pada periode Nataru, PLN juga memperkuat koordinasi rutin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dimanfaatkan sebagai referensi operasional dan terintegrasi ke pusat pengendalian sistem untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan terukur.
"Kami terus memonitor, saat ini memang ada beberapa tempat mengalami hujan lebat dan kami mengantisipasi semuanya. Jadi kami tidak lagi bersikap reaktif, tetapi kami telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk mitigasi risiko perubahan cuaca," ujarnya.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri menyampaikan, PLN juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi serta alur eskalasi yang jelas, sehingga koordinasi penanganan dapat dilakukan secara responsif dan terstruktur.
"Seluruh unit distribusi kami terus melalukan pemantauan cuaca dan juga memetakan daerah rawan bencana. Berdasarkan perkiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia itu diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas yang beragam," tutup Arsyadany.