China Kecam Pembongkaran Monumen di Terusan Panama

Monumen apa yang dimaksud oleh China dan kenapa itu dibongkar?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 31 Desember 2025, 11:06 WIB
Kapal kargo milik China berlayar melintasi Terusan Panama (AP Photo/Dario Lopez-Mills, File)

Liputan6.com, Kota Panama - China pada hari Senin (29/12/2025) mengecam keras pembongkaran sebuah monumen oleh otoritas Panama pada akhir pekan lalu, yang memperingati kontribusi Beijing terhadap Terusan Panama.

Monumen tersebut diruntuhkan pada hari Sabtu (27/12) atas perintah kantor wali kota di Arraijan, sebuah wilayah yang terletak di dekat pintu masuk Terusan Panama di sisi Pasifik.

China memiliki investasi besar di Panama, di mana Amerika Serikat (AS), di bawah Presiden Donald Trump, telah mengancam akan mengambil kembali kendali atas jalur perairan strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik tersebut.

"China menyesalkan pembongkaran paksa oleh otoritas lokal terkait di Panama terhadap sebuah monumen yang memperingati kontribusi China bagi Terusan Panama," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri di Beijing yang diunggah di platform media sosial X.

"Monumen tersebut berdiri sebagai saksi dan pengingat persahabatan yang telah terjalin lama antara China dan Panama, serta sebagai penghormatan atas kontribusi besar para pekerja China yang menempuh perjalanan lintas samudra ke Panama pada Abad ke-19 untuk membantu membangun Jalur Kereta Api Dua Samudra dan Terusan Panama."

Kantor wali kota menyatakan bahwa monumen yang dibangun pada tahun 2004 tersebut dibongkar karena mengalami kerusakan struktural yang menimbulkan risiko.

Namun, penghancuran tersebut juga menuai kritik dari Presiden Panama Jose Raul Mulino.

"Tidak ada pembenaran apa pun atas tindakan barbar yang dilakukan," katanya pada hari Minggu (28/12), seraya menyebutnya sebagai tindakan irasional yang tidak dapat dimaafkan.

Kemarahan yang disuarakan oleh para mantan presiden dan tokoh politik Panama atas penghancuran monumen tersebut mendorong pemerintahan Mulino untuk memerintahkan pemulihan segera monumen itu di lokasi aslinya.

 

Tarik-Menarik Kepentingan AS dan China

Sejak kembali menjabat, Trump telah melontarkan ancaman untuk mengambil alih kembali kendali atas Terusan Panama, dengan mengklaim bahwa Beijing memiliki terlalu banyak pengaruh dalam operasionalnya.

AS dan China merupakan pengguna utama terusan sepanjang 80 km itu, yang dilalui sekitar 5 persen perdagangan maritim global.

Terusan Panama berada di bawah kendali AS dari tahun 1914 hingga 1999, sebelum akhirnya diserahkan kepada Panama.

Trump telah menuntut adanya ketentuan penggunaan yang lebih menguntungkan bagi kapal-kapal AS.

Perusahaan Hutchison Holdings yang berbasis di Hong Kong mengoperasikan dua pelabuhan di sisi Pasifik dan Atlantik, namun telah sepakat untuk menjualnya kepada perusahaan AS, BlackRock.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya