Harga Kripto Hari Ini 31 Desember 2025: Bitcoin Menguat Sambut Tahun Baru

Simak ulasan harga bitcoin dan harga kripto lainnya hari ini 31 Desember 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 31 Desember 2025, 08:00 WIB
Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada Rabu (31/12/2025) pukul 7:15 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 1,20 persen dalam 24 jam dan 1,02 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 88.268 per koin atau setara Rp 1,47 miliar (asumsi kurs Rp 16.726 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat. ETH naik 0,53 persen sehari terakhir, tetapi masih melemah 0,05 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 49,5 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 0,52 persen dan 1,72 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 14,3 juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA melemah 1,39 persen dalam sehari dan 3,68 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 5.847 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali menguat. SOL naik 0,90 persen dalam sehari dan 0,53 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,08 juta per koin. 

XRP kembali berada di zona hijau. XRP naik 0,78 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih melemah 0,09 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 31.305 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 0,27 persen dan 4,95 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.055 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,01 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,99 triliun atau setara Rp 50.011 triliun, menguat sekitar 1,07 persen dalam sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Harga Ethereum Stagnan, Analis Sebut 2026 Jadi Titik Krusial

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Harga Ethereum masih bergerak mendatar dan belum menunjukkan arah yang jelas. Meski level support mingguan masih bertahan, para analis menilai pergerakan besar berikutnya kemungkinan baru akan terlihat saat memasuki 2026.

Kondisi ini membuat Ethereum berada di fase menunggu, dengan pelaku pasar mencermati respons harga di sejumlah zona teknikal penting.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (29/12/2025), berdasarkan analisis grafik mingguan ETH/USD yang dibagikan More Crypto Online, harga Ethereum diperdagangkan di kisaran USD 2.947. Analis menilai harga masih berada dekat zona support struktural utama, sehingga peluang kenaikan dari area ini masih terbuka.

Namun, ia juga mengingatkan Ethereum masih berpotensi mencetak satu titik terendah lagi pada awal tahun depan sebelum akhirnya menentukan arah yang lebih tegas.

Dalam grafik tersebut, terlihat beberapa level support penting yang menjadi acuan Fibonacci, yakni di sekitar USD 2.618, USD 2.252, dan USD 1.818. Level-level ini dinilai sebagai area krusial yang berpotensi menahan tekanan jual.

Di sisi lain, Ethereum masih berada di bawah zona resistance yang cukup kuat, berada di kisaran USD 3.348 hingga USD 4.619. Area ini menjadi rintangan utama yang perlu ditembus jika Ethereum ingin mengubah struktur tren ke arah yang lebih positif.

Menurut More Crypto Online, reaksi harga di zona resistance tersebut akan sangat menentukan skenario besar Ethereum ke depan. Hingga saat ini, kedua skenario utama—baik lanjutan konsolidasi maupun perubahan tren—masih sama-sama terbuka.

Analis tersebut menegaskan, perubahan probabilitas baru akan terjadi jika pergerakan harga benar-benar mengonfirmasi perilaku pasar di zona-zona kunci tersebut. Dengan kata lain, grafik saat ini lebih berfungsi sebagai panduan kondisi menuju 2026, bukan penentu arah pasti.

Ethereum Masih Bergerak di Dalam Rentang

Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Pandangan serupa disampaikan analis kripto Ted Pillows. Dalam analisis grafik harian ETH/USDT, ia menyebut Ethereum masih bergerak dalam rentang yang sempit setelah gagal menembus resistance di level yang lebih tinggi.

“Ethereum nyaris tidak bergerak sejak kemarin,” tulis Ted Pillows, saat harga ETH bertahan di sekitar USD 2.940 di bursa Binance.

Grafik tersebut menunjukkan beberapa zona pasokan (supply zone) di atas harga saat ini, dengan resistance terdekat berada di kisaran USD 3.000-an, serta zona berikutnya di area USD 3.500-an. Sementara itu, zona support berwarna hijau berada di bawah harga sekarang, membentang hingga area akhir USD 2.000-an.

Zona support ini menjadi area yang kerap diperhatikan trader jika Ethereum mengalami pelemahan dan keluar dari pola pergerakan datar.

Ted Pillows menilai Ethereum masih “terjebak dalam rentang harga” dan volatilitas besar kemungkinan baru akan muncul saat 2026 dimulai. Dalam analisanya, terdapat beberapa skenario yang masih mungkin terjadi, mulai dari kenaikan menuju resistance, penurunan ke area support, hingga kelanjutan pergerakan sideways.

Selama Ethereum masih bergerak di antara zona-zona tersebut, pasar dinilai masih berada dalam fase menunggu katalis kuat yang mampu menentukan arah tren berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya