Duet Impian AC Milan di Lini Depan: Menanti Aksi Rafael Leao dan Christian Pulisic

Rafael Leao dan Christian Pulisic adalah mesin gol AC Milan, tetapi jarang bermain bersama. Analisis taktik Allegri dan dampaknya pada lini depan Rossoneri.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Desember 2025, 19:27 WIB
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, berbicara dengan pemain AC Milan, Christian Pulisic, usai ditarik keluar pada laga Serie A antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan memiliki dua penyerang paling produktif di Serie A musim 2025/2026. Rafael Leao dan Christian Pulisic menjadi tumpuan utama dalam urusan mencetak gol.

Namun, ada ironi besar di balik statistik tersebut. Dua pemain terbaik Milan justru sangat jarang tampil bersamaan di atas lapangan.

Di bawah kendali Massimiliano Allegri, Milan bermain dengan formasi 3-5-2. Skema ini sejatinya membuka ruang bagi dua penyerang tengah untuk berkolaborasi.

Akan tetapi, duet Leao dan Pulisic nyaris tak pernah benar-benar hadir. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas lini depan Rossoneri.


Mesin Gol Milan yang Tak Pernah Sinkron

Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Jika tolok ukurnya adalah produktivitas, Leao dan Pulisic merupakan pilihan terbaik Milan. Leao telah mencetak lima gol dan satu assist, sementara Pulisic tampil sebagai bintang utama dengan delapan gol dan dua assist di Serie A.

Musim ini, keduanya memang didorong ke peran yang lebih sentral. Namun, fakta bahwa mereka hampir tidak pernah bermain bersama menjadi salah satu kekecewaan terbesar bagi Milan dan para pendukungnya.

Cedera memang menghantui skuad Rossoneri sepanjang musim. Namun, pada kasus Leao dan Pulisic, masalahnya terasa berulang dan beruntun.

Ketika salah satu pulih, yang lain justru absen. Situasi ini memaksa Milan sangat berhati-hati, terutama dalam menangani kondisi Leao agar tidak kembali terlalu cepat.


Menunggu Ledakan Duet Ideal Rossoneri

Pemain AC Milan, Christian Pulisic, bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Sejauh ini, seperti yang ditulis Gazzetta dello Sport, Leao dan Pulisic hanya bermain bersama selama 135 menit. Angka tersebut terasa menyakitkan mengingat potensi besar yang dimiliki duet ini.

Massimiliano Allegri sejatinya ingin menggunakan mereka bersamaan. Namun, pelatih berpengalaman itu memilih bersabar dan tidak memaksakan keadaan.

Fakta lain yang mencerminkan masalah ini adalah minimnya laga sebagai starter bersama. Leao dan Pulisic baru dua kali memulai pertandingan secara bersamaan, selebihnya hanya muncul sesekali.

Potensi mereka jelas belum tergali. Jika kondisi fisik akhirnya memungkinkan, duet ini bisa menjadi senjata paling mematikan Milan. Tinggal menunggu waktu kapan misteri itu benar-benar terjawab.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya