Antisipasi Lonjakan Nataru, Pelindo Siapkan Life Jacket di Pelabuhan Penumpang

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 30 Desember 2025, 20:15 WIB
Pembangunan Bali Maritime Tourism Hub Jadi Proyek Strategis Nasional Kini Memasuki Tahap Akhir/Istimewa.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyiapkan ratusan jaket pelampung (life jacket) di pelabuhan-pelabuhan penumpang. Sebagai langkah penguatan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap lonjakan pergerakan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Life jacket sesuai standar keselamatan didistribusikan di sejumlah pelabuhan penumpang strategis, antara lain Pelabuhan Belawan, Manado, Tanjung Priok, serta pelabuhan-pelabuhan di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Kupang, Maumere, Waingapu, Ende-Ippi, dan Kalabahi. 

Group Head Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Ali Sodikin mengatakan, penyediaan life jacket menjadi bagian dari tanggung jawab perseroan sebagai operator kepelabuhanan nasional. Utamanya dalam mendukung keselamatan pengguna jasa, khususnya penumpang kapal laut.

"Kami berkepentingan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Penyediaan life jacket di pelabuhan penumpang merupakan bentuk kesiapsiagaan kami menghadapi lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru," ujar Ali di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan (Menhub) terkait kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung transportasi laut menjelang musim liburan. 

"Sebagai BUMN operator kepelabuhanan, Pelindo mendukung penuh upaya pemerintah menciptakan keamanan, keselamatan, dan kelancaran transportasi nasional selama Nataru," imbuhnya.

Siaga Antisipasi Lonjakan Penumpang 

Selain penyediaan alat keselamatan, Pelindo juga meningkatkan kesiagaan operasional di pelabuhan penumpang. Termasuk penguatan pengawasan, pengaturan arus penumpang, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan layanan.

Adapun pemerintah memperkirakan, pergerakan masyarakat pada masa libur Nataru kembali meningkat, seiring membaiknya mobilitas dan aktivitas ekonomi. Dalam konteks tersebut, pelabuhan menjadi salah satu simpul transportasi penting yang membutuhkan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan.

"Dengan langkah antisipatif ini, Pelindo berharap layanan kepelabuhanan selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut," pungkas Ali. 

 

Pelindo Jawab Permintaan BEI Usai Bencana Sumatera

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan bahwa operasional pelabuhan tetap berjalan meski sejumlah wilayah operasional perusahaan terdampak banjir dan tanah longsor.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (13/12/2025), Pelindo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi menyeluruh dengan seluruh Regional, Subholding, dan Unit Kerja untuk memastikan kelangsungan layanan logistik nasional.

"PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ("Pelindo") telah melakukan konsolidasi data dengan seluruh Regional, Subholding, dan Unit Kerja terkait," tulis Corporate Secretary Pelindo kepada BEI.

Asesmen cepat dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas yang terdampak sekaligus memastikan area operasional kritis tetap berjalan.

Dalam laporannya kepada BEI, Pelindo menjelaskan bahwa status operasional di pelabuhan-pelabuhan utama masih berada pada tingkat aman dan dapat melayani arus barang serta kapal tanpa hambatan signifikan.

Perusahaan juga mengerahkan tim teknis untuk melakukan inspeksi infrastruktur dan memetakan risiko tambahan, mengingat bencana banjir dan longsor berpotensi mengganggu konektivitas rantai pasok.

 

Langkah Mitigasi

Pelindo memastikan bahwa setiap penyesuaian operasional dilakukan tanpa mengganggu jadwal layanan yang sudah ditetapkan kepada mitra usaha.

Pelindo menambahkan bahwa berbagai langkah mitigasi terus ditempuh untuk mengamankan fasilitas strategis. Perusahaan juga menyiapkan skema pemulihan bagi area yang mengalami gangguan agar dapat kembali berfungsi optimal dalam waktu cepat.

Informasi terkait dampak bencana, kondisi terkini fasilitas, langkah penanganan, serta potensi implikasi finansial disampaikan secara lengkap dalam laporan yang diajukan sesuai ketentuan pelaporan insidental pada Peraturan Bursa Nomor I-E.

"Penjelasan lengkap atas seluruh pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia, mencakup kondisi fasilitas terdampak, status operasional, dampak keuangan, langkah penanganan, serta informasi material lainnya. Demikian kami sampaikan. Sesuai dengan ketentuan pelaporan insidental sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E, atas perhatiannya," tulis Pelindo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya