Solidaritas Gotong Royong, Bantu Cepat Proses Pemulihan Korban Bencana Sumatera

Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama di sektor lingkungan dan fasilitas publik.

oleh Tim NewsDiterbitkan 29 Desember 2025, 17:40 WIB
Gotong royong mempercepat proses pemulihan korban bencana Sumatera. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama di sektor lingkungan dan fasilitas publik.

Dalam menghadapi tantangan pemulihan, semangat gotong royong kembali digelorakan sebagai kekuatan utama bangsa.

ASAR Humanity hadir dengan program 'Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali' yang diawali dari Aceh, melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mempercepat proses pemulihan. Kick off program ini menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru bagi desa-desa terdampak.

"ASAR Humanity resmi mengawali pelaksanaan program Gotong Royong Negeri: Sumatera Bangkit Kembali melalui aksi gotong royong serentak di sejumlah wilayah Provinsi Aceh," ujar Direktur Komunikasi dan Media ASAR Humanity Purwadi Nugroho melalui keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

Dia menyebut, program ini menjadi langkah awal pemulihan lingkungan dan fasilitas publik dengan mengedepankan semangat kebersamaan serta kolaborasi lintas elemen masyarakat.

"Kick off program dilaksanakan di 10 desa yang tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen, yaitu Desa Air Tenang, Kecamatan Pasar Baru, Aceh Tamiang; Desa Rawe, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah; Dusun Teupin Gajah, Desa Seumatang, Kecamatan Julok, Aceh Timur; Desa Lhokseuntang, Kecamatan Julok, Aceh Timur; Meunye Lhee, Desa Ranto, Kecamatan Nibong, Aceh Utara; Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya," papar Purwadi.

"Kemudian, Desa Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya; Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen; Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen dan Desa Lhok Nga, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya," sambung dia.

 

Libatkan Relawan hingga Pemerintah Daerah

Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 2.800 unit rumah, 127 fasilitas umum, 62 gedung atau kantor, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, dan dua jembatan. Tampak dalam foto, warga beristirahat sambil mencari sisa-sisa rumah mereka yang terkubur di bawah tumpukan pohon tumbang yang disapu banjir bandang, di desa Lintang Baru di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, pada Kamis 11 Desember 2025. (Aditya Aji/AFP)

Menurut Purwadi, dalam pelaksanaannya, ASAR Humanity mengerahkan alat berat serta melibatkan ratusan relawan, masyarakat setempat, pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, mahasiswa/pelajar, dan mitra kolaborasi.

"Aksi gotong royong difokuskan pada pembersihan lingkungan, pembukaan akses wilayah, serta percepatan pemulihan pasca bencana di desa-desa sasaran," terang dia.

Purwadi menegaskan, gerakan ini berangkat dari nilai dasar bangsa Indonesia.

"Gotong royong adalah DNA bangsa Indonesia. Melalui program Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali, ASAR Humanity ingin memastikan bahwa proses pemulihan tidak hanya soal alat dan bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antarwarga," ucap dia.

Purwadi menambahkan, kehadiran alat berat dalam aksi gotong royong merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan, tanpa mengurangi peran aktif masyarakat di lapangan.

"Kami percaya, ketika masyarakat bergerak bersama dan didukung dengan sumber daya yang tepat, proses bangkit akan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," kata dia.

 

Apresiasi Bupati Aceh Timur

Menurut Purwadi, program 'Gotong Royong Negeri: Sumatera Bangkit Kembali' dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Ke depan, ASAR Humanity akan memperluas jangkauan aksi gotong royong sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah terdampak di Sumatera," kata dia.

"ASAR Humanity meyakini bahwa pemulihan sejati hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, dengan gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun kembali harapan dan ketahanan masyarakat," tutup Purwadi.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang turut hadir, memberikan apresiasi atas inisiatif ASAR Humanity.

"Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada ASAR Humanity yang telah menggagas gerakan gotong royong ini dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat," kata dia.

"Kehadiran ASAR Humanity sangat membantu proses pemulihan di wilayah terdampak. Harapannya kegiatan ini bisa segera dilakukan di tempat lain," tutup Iskandar.

Infografis Biaya Perbaikan Dampak Banjir Sumatera. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya