Pergerakan Pesawat di Indonesia Bagian Timur Naik 2 Persen pada Libur Tahun Baru 2026

Pergerakan pesawat di Indonesia bagian timur meningkat hingga 2 persen selama libur Natal dan Tahun Baru, dengan puncak arus diperkirakan 4 Januari 2026.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 30 Desember 2025, 10:20 WIB
Aktivitas penerbangan di Bandara Pattimura, Ambon, meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru seiring naiknya pergerakan pesawat menuju Indonesia bagian timur. Airnav Indonesia Cabang Ambon. (Liputan6.com/Pramita)

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan pesawat menuju Indonesia bagian timur meningkat 1 hingga 2 persen selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peningkatan ini terjadi sejak 20 Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai puncak pergerakan pada 4 Januari 2026.

Peningkatan penerbangan di wilayah Indonesia bagian timur, salah satunya, terpantau di Bandara Pattimura. General Manager AirNav Indonesia Cabang Ambon, Rony Nugraha, menjelaskan bahwa puncak pergerakan penumpang menuju Ambon sebenarnya sudah terjadi pada 21 Desember lalu.

“Pada 21 Desember, pergerakan pesawat tercatat sebanyak 43. Jumlah ini naik dibandingkan tanggal yang sama tahun lalu yang hanya 39 pesawat,” ungkap Rony dikutip Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, total pergerakan hingga 28 Desember 2025 pada tahun lalu tercatat sebanyak 349 pergerakan. Pada tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 391 pergerakan pesawat. Jika dipresentasikan, angka tersebut naik sekitar 1,12 persen.

“Setiap harinya pertumbuhan pergerakan pesawat terus meningkat. Rata-rata kenaikannya di Ambon mencapai 1 hingga 2 persen,” kata Rony.

Selain itu, terdapat pula pergerakan pesawat berbadan kecil atau pesawat baling-baling yang melayani 12 unit bandara di sekitar Ambon, seperti Dobo, Saumlaki, Banda Neira, Namrole, Larat, Wahai, Moa, Kuffar, Namlea, dan Kisar.

Meski demikian, Rony mengaku hingga saat ini belum ada penerbangan tambahan menuju Ambon. Jam operasional bandara masih berlangsung pukul 06.00 hingga 17.00 WIT.

“Namun, jika ada permintaan divert atau pengalihan pendaratan akibat cuaca, tentu kami selalu siaga,” ujarnya.

 

Hadapi Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Airnav Indonesia Cabang Ambon. (Liputan6.com/Pramita)

Sementara itu, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam pelayanan Nataru 2025 adalah faktor cuaca. Sejak November hingga saat ini, AirNav Indonesia menerima laporan dari BMKG terkait pergerakan bibit siklon yang berdampak pada sejumlah bandara.

“Jadi ada beberapa langkah yang dilakukan untuk tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, termasuk mengubah pergerakan pesawat di beberapa bandara,” ujar Setio.

Di Ambon, lanjutnya, cukup banyak penerbangan yang melakukan go around atau membatalkan pendaratan yang telah diupayakan dan kembali ke udara. Pesawat kemudian mencoba mendarat kembali atau dialihkan ke bandara lain karena kondisi cuaca atau kecepatan angin yang tidak memungkinkan.

“Untuk Ambon, bandara terdekat biasanya adalah Sorong dan beberapa bandara terdekat lainnya,” ujar Setio.

 

Gerak Pesawat di Seluruh Bandara Indonesia

Airnav Indonesia Cabang Ambon. (Liputan6.com/Pramita)

Meski demikian, AirNav Indonesia mencatat adanya kenaikan pergerakan pesawat secara umum di seluruh bandara di Indonesia selama libur Nataru. Secara nasional, peningkatan tercatat sekitar 3,5 persen, sementara di beberapa wilayah Indonesia bagian timur meningkat 1 hingga 2 persen.

“Ambon meningkat, Bali juga meningkat, begitu pula Bandara Soekarno-Hatta. Arus balik diperkirakan akan terjadi pada 4 Januari 2026,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya