Kasus Kriminalitas di Lampung Tahun 2025 Naik, Paling Banyak Kejahatan Jalanan

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mencatat total 11.954 tindak pidana terjadi sejak Januari hingga November 2025, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 29 Desember 2025, 20:18 WIB
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Angka kriminalitas di Provinsi Lampung menunjukkan tren kenaikan sepanjang 2025. Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mencatat total 11.954 tindak pidana terjadi sejak Januari hingga November 2025, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski angka kejahatan melonjak, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Lampung masih terjaga dan relatif kondusif. 

Berdasarkan data akhir tahun 2025, angka kejahatan tahun ini naik 876 kasus dibandingkan 2024. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kejahatan konvensional. Khususnya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau dikenal sebagai kasus C3.

“Peningkatan laporan ini justru menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin baik. Setiap laporan yang masuk kami tangani secara profesional dan transparan,” ujar Helfi saat konferensi pers rilis akhir tahun di Mapolda Lampung, Senin (29/12/2025).

Helfi mengungkapkan, lonjakan kasus kriminalitas di Lampung didominasi oleh kejahatan jalanan. Sepanjang 2025, Polda Lampung berhasil menyelesaikan 4.312 perkara. 

“Jumlah laporan meningkat sekitar 7,9 persen, namun angka penyelesaian perkara menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 6.463 kasus,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas kamtibmas, Polda Lampung bersama jajaran menggelar 11 operasi kepolisian sepanjang 2025. Operasi tersebut terdiri dari 6 operasi terpusat dan 5 operasi kewilayahan, di antaranya Operasi Ketupat, Operasi Lilin, Operasi Pekat, hingga Operasi Sikat Krakatau.

Pendekatan Hukum yang Humanis

Helfi bilang, strategi kepolisian ke depan tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah  preventif demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Penegakan hukum tetap kami lakukan, namun dengan pendekatan humanis sesuai prinsip Polri Presisi, agar masyarakat Lampung merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Di sisi lain, Helfi menekankan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga situasi kamtibmas. Media dinilai berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya