Sabuk Pengaman Bermasalah, Ratusan Unit Suzuki Fronx Kena Recall

Suzuki melakukan kampanye penarikan Kembali untuk diperbaiki alias recall untuk model terbarunya, Fronx di Australia

oleh Arief AszhariDiterbitkan 29 Desember 2025, 13:00 WIB
Suzuki Fronx (Foto: Suzuki Global)

Liputan6.com, Jakarta - Suzuki melakukan kampanye penarikan kembali untuk diperbaiki alias recall untuk model terbaru, Fronx di Australia. Program perbaikan ini, disebabkan karena cacat produksi, yang menyebabkan retractor sabuk pengaman gagal fungsi dalam uji tabrak Australasian New Car Assessment Programme (ANCAP), yang diumumkan beberapa Waktu lalu.

Disitat dari Drive, Senin (29/12/2025), Suzuki meminta para pemilik Fronx untuk menghentikan penggunaan kursi belakang, sampai masalah sabuk pengaman ini bisa diperbaiki.

Sementara itu, dua pengumuman recall telah diterbitkan, yang mencakup dua istributor Suzuki di Australia. Detailnya, adalah untuk 75 unit di Bawah Suzuki QLD, yang menjual mobil di Queensland dan wilayah utara New South Wales.

Kemudian, pengumuman kedua, melibatkan sebanyak 249 unit Suzuki Fronx yang berada di bawah pengawasan Suzuki Australia, yang beroperasi di wilayah lain di negara tersebut.

Dengan begitu pemberitahuan recall yang dikeluarkan oleh Departemen Infrastruktur setempat mencakup sebanyak 324 unit Suzuki Fronx.

Sebagai informasi, total Suzuki Fronx yang telah dijual di Australia adalah sebanyak 1.447 unit. Namun, jenama berlambang huruf S ini telah mengidentifikasi rentang VIN kendaraan yang berpotensi terdampak dan mungkin mengalami cacat tersebut.

Perintah penghentian penjualan telah diberlakukan untuk Fronx, sementara investigasi terhadap cacat tersebut masih berlanjut.

Uji Tabrak ANCAP Suzuki Fronx

Suzuki Fronx (Foto: Suzuki )

Risiko kegagalan sabuk pengaman terungkap dalam rangkaian uji tabrak ANCAP yang diumumkan beberapa Waktu lalu, di mana Fronx hanya memperoleh peringkat satu bintang setelah mencatat 'tingkat perlindungan rendah' untuk penumpang dewasa dan anak-anak.

Model ini nyaris mendapatkan peringkat nol bintang, karena skor Perlindungan Penumpang Anak sebesar 40 persen merupakan batas minimum untuk memenuhi syarat peringkat satu bintang secara keseluruhan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya