Suami di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Ditolak Berhubungan, Lalu Tidur Samping Jenazah sampai Pagi

Seorang pria berinisial AS tega menghabisi nyawa istri keduanya, MW, hanya karena masalah sepele yakni hasrat seksual yang tak terpenuhi.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 29 Desember 2025, 11:12 WIB
Suami di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Ditolak Berhubungan Badan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial AS tega menghabisi nyawa istri keduanya, MW, hanya karena masalah sepele yakni hasrat seksual yang tak terpenuhi. Peristiwa keji yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Jumat dini hari (31/10/2025).

Yang lebih miris, pelaku sempat tidur di samping jenazah istrinya sebelum bersandiwara seolah tidak terjadi apa-apa.

Kejadian bermula saat AS meminta istrinya untuk memijat tubuhnya di ruang tamu. Usai dipijat, keduanya masuk ke kamar untuk beristirahat. Di dalam kamar, AS mencoba mengajak korban untuk berhubungan intim. Namun, MW menolak permintaan tersebut dengan alasan merasa lelah setelah memijat sang suami.

Penolakan itu rupanya memicu amarah besar dalam diri AS. Ia sempat meninggalkan korban sendirian di kamar sebelum akhirnya kembali dengan rencana jahat.

Untuk menutupi jejaknya, AS secara sengaja mematikan lampu kamar dan memutus saklar kamera CCTV yang terpasang di ruangan tersebut. Di tengah kegelapan, saat MW sudah tertidur pulas, AS naik ke ranjang dan mendekati istrinya.

Tanpa ampun, AS membekap wajah MW menggunakan bantal. Meski korban sempat memberontak dan memberikan perlawanan—yang dibuktikan dengan adanya luka cakar pada tubuh pelaku—kekuatan AS tak terbendung. MW akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Mirisnya, jeritan minta tolong korban sempat terdengar oleh kedua anak mereka yang masih balita di kamar sebelah. Namun, ketakutan yang mendalam terhadap sosok sang ayah membuat kedua bocah malang itu tak mampu berbuat apa-apa.

Pelaku Tidur di Samping Jenazah Istri

Lebih mengerikan lagi, usai memastikan istrinya tak bernyawa, AS tanpa rasa bersalah justru merebahkan tubuhnya dan tidur di samping jenazah korban hingga pagi hari.

Pagi harinya, AS memulai sandiwara. Ia berpura-pura panik dan memanggil mertuanya, mengabarkan bahwa MW sudah tidak bergerak lagi. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.

"Awalnya pelaku berdalih tidak melakukan pembunuhan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV dan ditemukannya luka cakar di tubuh pelaku, AS akhirnya mengakui perbuatannya," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Calvin Simanjuntak, Minggu sore (28/12/2025).

Polisi menangkap AS beserta barang bukti berupa bantal yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi atas dugaan pembunuhan berencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya