Penusukan Massal dan Serangan Zat Kimia di Pabrik Ban Jepang, 15 Orang Luka

Insiden kekerasan terjadi di pabrik ban di Jepang. Menyebabkan 15 orang terluka dalam insiden tersebut.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 27 Desember 2025, 15:05 WIB
Ilustrasi penusukan. (Unsplash)

Liputan6.com, Tokyo - Seorang pria berusia 38 tahun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penusukan massal dan penyemprotan zat kimia di sebuah pabrik milik Yokohama Rubber Co di Jepang. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 15 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Peristiwa terjadi di pabrik yang berlokasi di Mishima, Prefektur Shizuoka, wilayah barat daya Tokyo, pada Jumat (26/12/2025). Departemen Pemadam Kebakaran Fujisan Nanto menyatakan delapan orang mengalami luka akibat penusukan, sementara tujuh lainnya terluka setelah disemprot zat kimia yang diduga menyerupai pemutih.

Seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (27/12), seluruh korban dalam kondisi sadar. Namun, kantor berita Associated Press (AP) melaporkan bahwa lima korban penusukan berada dalam kondisi serius dan tengah menjalani perawatan intensif.

Menurut laporan surat kabar Asahi Shimbun yang mengutip keterangan kepolisian, tersangka telah didakwa dengan percobaan pembunuhan. Dalam aksinya, ia menggunakan pisau jenis survival knife dan mengenakan masker yang menutupi sebagian wajah.

Polisi menyatakan tersangka diyakini bertindak sendirian. Hingga kini, motif di balik serangan tersebut masih dalam penyelidikan.

Seorang saksi mata, karyawan dealer mobil yang berada di dekat lokasi kejadian, mengaku terkejut atas insiden tersebut. “Saya takut, tetapi juga terkejut hal seperti ini bisa terjadi di tempat yang biasanya sangat tenang,” ujarnya kepada Asahi Shimbun.

Kejahatan kekerasan berskala besar seperti ini tergolong jarang terjadi di Jepang, negara yang dikenal memiliki tingkat pembunuhan rendah dan regulasi kepemilikan senjata api yang sangat ketat. Meski demikian, serangan penusukan dan penembakan sesekali masih terjadi, termasuk pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada 2022.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya