Liputan6.com, Tulang Bawang - Angin puting beliung disertai hujan menerjang permukiman petambak udang di Kampung Bumi Depasena Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Kamis sore (25/12/2025). Peristiwa cuaca ekstrem yang berlangsung sekitar dua menit itu menyebabkan belasan rumah warga dan mesin tambak udang mengalami kerusakan berat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hembusan angin kencang datang secara tiba-tiba dan membuat warga panik.Atap rumah beterbangan, sementara beberapa bangunan tambak rusak parah akibat terjangan angin.
Advertisement
Video amatir warga yang diterima Liputan6.com, memperlihatkan detik-detik angin puting beliung disertai hujan deras menyapu kawasan permukiman. Terlihat atap-atap rumah dan bangunan tambak berhamburan, menyisakan puing-puing di sekitar lokasi.
Imam, salah satu warga terdampak, mengungkapkan angin datang dari arah barat menuju timur dengan kekuatan yang sangat kencang.
"Anginnya mutar, singkat, kira-kira dua menit. Tapi kencang sekali. Empat rumah ini kena semua. Tiang-tiang rumah sampai terangkat," kata Imam, Jumat (26/12/2025).
Imam bilang, angin kencang terjadi lebih dulu sebelum hujan turun. Saat kejadian, sebagian besar warga berada di dalam rumah sehingga kepanikan tak terhindarkan.
"Angin dulu, habis itu baru hujan. Air masuk semua. Warga panik karena posisinya banyak yang di dalam rumah," tuturnya.
Pasca-kejadian, warga bersama aparat kepolisian bergotong royong membersihkan puing-puing atap rumah yang berserakan.
Kapolsek Rawajitu, IPTU Rudi Jonas membenarkan peristiwa angin puting beliung tersebut. Dia menyebutkan hasil pendataan sementara terdapat sembilan rumah atau sembilan kepala keluarga (KK) yang terdampak.
"Setelah kami lakukan pengecekan di lokasi, ada kurang lebih sembilan rumah warga yang terdampak puting beliung," ujar Rudi.
Timbulkan Kerusakan Parah
Kerusakan yang ditimbulkan didominasi atap rumah warga, termasuk rumah-rumah tambak dan bangunan mesin penunjang tambak udang yang atapnya pecah dan terbang terbawa angin.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan cukup besar akibat rusaknya rumah dan fasilitas tambak udang milik warga.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, berhati-hati, dan saling berbagi informasi terkait kondisi cuaca ekstrem," tutupnya.
Saat ini, polisi bersama warga setempat masih melakukan pembersihan puing-puing bangunan serta pendataan lanjutan terhadap rumah dan fasilitas tambak yang terdampak.