Liputan6.com, Jakarta - Trust Wallet, salah satu dompet kripto terdesentralisasi paling populer, dilaporkan mengalami insiden peretasan yang menyebabkan kerugian sekitar USD 7 juta. Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), memastikan seluruh pengguna terdampak akan mendapatkan penggantian dana secara penuh.
Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (26/12/2025), kabar ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna kripto, khususnya mereka yang mengandalkan dompet self-custody untuk mengelola aset digital.
Advertisement
Selama ini, Trust Wallet dikenal mengedepankan pendekatan keamanan, namun insiden tersebut menunjukkan bahwa platform tepercaya pun tetap berisiko menjadi target serangan siber yang semakin canggih.
Dalam pernyataannya, Changpeng Zhao menegaskan bahwa perlindungan pengguna tetap menjadi prioritas utama. Ia menyebut Trust Wallet akan “mengganti kerugian pengguna sepenuhnya” dengan menanggung seluruh kerugian yang timbul akibat peretasan tersebut.
Tim Trust Wallet saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama insiden tersebut. Temuan awal menunjukkan bahwa peretasan tidak berasal dari aplikasi utama Trust Wallet, melainkan terkait dengan celah keamanan tertentu yang memungkinkan akses tidak sah ke dana pengguna.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Respons Perusahaan dan Langkah Lanjutan
Sebagai langkah pencegahan, Trust Wallet telah mulai menerapkan pengamanan yang lebih ketat. Perusahaan juga mengimbau pengguna untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru serta menerapkan praktik keamanan dasar, seperti menghindari tautan phishing dan mengaktifkan autentikasi biometrik.
Seiring bertambahnya informasi yang terungkap, komunitas kripto terus memantau perkembangan kasus ini. Keamanan menjadi isu krusial dalam ekosistem Web3, dan insiden semacam ini kembali menegaskan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dari penyedia layanan dompet kripto.
Dalam unggahan pembaruan yang dibagikan Cointelegraph, disebutkan:
“PEMBARUAN: Sekitar USD 7 juta terdampak dalam peretasan Trust Wallet, dengan perusahaan berkomitmen menanggung kerugian pengguna sesuai pernyataan CZ.”
Dampak bagi Pengguna Kripto
Kasus peretasan ini menjadi pengingat akan risiko yang melekat di dunia kripto, terutama bagi pengguna yang mengelola asetnya secara mandiri. Meski keputusan Trust Wallet untuk mengganti kerugian patut diapresiasi, pengguna tetap disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pengamat menilai, memahami risiko, menerapkan kebiasaan keamanan yang baik, serta memilih layanan dengan rekam jejak keamanan yang jelas menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kerugian di masa depan.