Inter Milan Edisi 2025: Tampil Kompetitif, tapi Pulang Tanpa Trofi dan Luka yang Tertinggal

Inter Milan menutup tahun 2025 tanpa gelar meski tampil impresif di Serie A dan Liga Champions. Tahun yang layak disebut indah, tapi pahit bagi Nerazzurri.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 25 Desember 2025, 20:27 WIB
Pemain Inter Milan, Alessandro Bastoni, merayakan gol pembuka timnya pada pertandingan Serie A Italia melawan Torino di Stadion San Siro, Milan, Selasa (26 Agustus 2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2025, yang satu pekan lagi bakal berakhir, menjadi periode yang paradoks bagi Inter Milan. Performa meyakinkan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

Nerazzurri sejatinya memulai tahun dengan status unggulan. Mereka menjadi kandidat kuat juara Serie A, baik pada musim 2024/2025 maupun awal musim 2025/2026.

Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Inter tampil konsisten dan kompetitif. Namun, sepak bola tidak selalu adil terhadap tim yang bermain paling stabil.

Ketika kalender 2025 ditutup, Inter justru harus menerima kenyataan pahit. Tidak satu pun trofi berhasil mereka bawa pulang. Sesuatu yang tentu tidak ingin diulang pada 2026 nanti.


Scudetto Lepas Tipis, Dominasi yang Tak Berujung Gelar

Pemain Inter Milan, Stefan de Vrij mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang AC Milan dalam laga lanjutan Liga Italia 2024/2025 di San Siro, Milan, Italia, Senin (03/02/2025) WIB. (AFP/Piero Cruciatti)

Serie A musim 2024/2025 menjadi panggung utama kekecewaan Inter Milan. Mereka tampil solid sepanjang musim dan terus berada dalam persaingan juara.

Inter menutup musim di peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan 81 poin. Mereka hanya terpaut satu poin dari Napoli yang keluar sebagai juara.

Selisih tipis itu terasa menyakitkan. Konsistensi Inter tak cukup untuk menghindari momen krusial yang merugikan di fase akhir musim.

Bagi Inter, kegagalan ini terasa dramatis. Gelar scudetto lepas bukan karena inferioritas kualitas, melainkan detail kecil yang berujung fatal.


Final Eropa dan Deretan Runner-up yang Menyesakkan

Pemain PSG Desire Doue  berduel dengan pemain Inter Milan Alessandro Bastoni dalam final Liga Champions di Allianz Arena, Minggu, 1 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Inter Milan juga mencatatkan perjalanan mengesankan di Liga Champions. Meski bukan unggulan utama, mereka mampu menembus partai final.

Di fase gugur, Inter menyingkirkan Bayern Munchen dan Barcelona. Dua raksasa Eropa itu tumbang sebelum final tercapai.

Namun, laga puncak justru menjadi mimpi buruk. Inter tak berdaya saat menghadapi PSG dan kalah telak 0-5, memberi PSG gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Kekecewaan tak berhenti di situ. Inter kembali finis sebagai runner-up di Supercoppa Italiana usai kalah 2-3 dari AC Milan. Sementara, di Coppa Italia, langkah Inter terhenti di semifinal.


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya