Sebulan Pencarian, Basarnas Setop Operasi Korban Hilang Banjir Aceh

Operasi pencairan korban bencana banjir di Provinsi Aceh sudah berlangsung selama 31 hari dan pada Kamis, 25 Desember 2025 merupakan hari terakhir operasi pencarian.

oleh Tim NewsDiterbitkan 25 Desember 2025, 21:33 WIB
Warga berjalan melewati rumah-rumah yang rusak di sebuah desa yang terdampak banjir di Malalak, Sumatera Barat, Jumat 28 November 2025. Jelang akhir November 2025, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah pulau Sumatera. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan operasi pencarian korban bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dihentikan.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Kamis, mengatakan operasi pencarian dialihkan kepada operasi pemantau karena dalam beberapa hari terakhir tidak penemuan korban bencana.

"Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir operasi pencarian tidak membutuhkan hasil," kata Harris Al Hussain.

Ia menyebutkan operasi pencairan korban bencana banjir di Provinsi Aceh sudah berlangsung selama 31 hari dan pada Kamis (25/12) merupakan hari terakhir operasi pencarian.

Ibnu Harris Al Hussain mengatakan hingga kini masih ada 31 orang yang dinyatakan hilang. Dengan waktu sebulan sejak bencana, kecil kemungkinannya korban hilang tersebut selamat.

"Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinannya mereka yang dinyatakan hilang dalam kondisi selamat," katanya.

 

Minta Masyarakat Lapor Bila Ada Temuan Korban

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan. Tampak dalam foto, seorang perempuan memeriksa kerusakan akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Kendati pencarian langsung dihentikan, kata dia, operasi tetap berjalan. Operasi dilakukan dengan pemantauan dan jika ada korban ditemukan, tim SAR langsung turun ke lapangan.

"Kami juga mengimbau masyarakat jika menemukan korban segera melaporkan guna proses evakuasi. Saat ini tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Sementara itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (25/12), jumlah korban meninggal dunia bencana banjir di Provinsi Aceh mencapai 503 orang dan 31 orang dinyatakan hilang.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya