Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mendapat tambahan pasokan sumber gas, seiring dengan pemanfaatan gas hasil pengolahan batu bara (Coalbed Methane/CBM) dari Wilayah Kerja Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hal ini dapat mewujudkan ketahanan energi.
Pemanfaatan dari Wilayah Kerja Tanjung Enim, Sumatera Selatan CBM yang dioperatori Dart Energy (Tanjung Enim) Pte. Ltd (Dart Energy) dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Advertisement
Sub Koordinator Penyiapan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Ditjen Migas Firdaus Wajdi mengatakan, pemanfaatan CBM dari Dart Energy oleh PGN ditandai dengan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam upaya bersama mengoptimalkan potensi sumber daya gas domestik sekaligus mendukung diversifikasi pasokan gas bumi nasional.
Inisiatif ini akan menambah alternatif sumber pasokan, sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan potensi gas yang sebelumnya belum optimal.
"Pemerintah memberikan apresiasi PGN serta Dart Energy atas tercapainya PJBG ini. Pemerintah mendukung penuh dan mengupayakan Tanjung Enim menjadi Proyek Strategis Nasional. Semoga melalui PJBG ini penyaluran gas dari Tanjung Enim secara tepat waktu untuk memenuhi industri, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan menjadi best practice pemanfaatan CBM yang berkontribusi nyata pada kedaulatan energi," kata Firdaus, Kamis (25/12/2025).
Kepastian Pasokan CBM
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN Rachmat Hutama mengatakan, kepastian pasokan CBM ini menjadi capaian yang sangat penting, PGN turut mewujudkan pemanfaatan CBM yang akan diintegrasikan dengan infrastruktur yang tersedia, baik melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline.
Menurut Rahmat, kolaborasi antara PGN dan Dart Energy dapat dikembangkan lebih lanjut melalui peluang kerja sama lainnya yang saling memberikan nilai tambah. Dengan semangat kemitraan jangka panjang, PGN optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi industri, masyarakat, dan perekonomian nasional.
“Melalui kerja sama ini, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina siap mendukung pengembangan dan pemanfaatan WK GMB Tanjung Enim. Dengan pengalaman dan kapabilitas PGN dalam mengelola infrastruktur yang terintegrasi, diharapkan dapat menjembatani sumber gas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan,” ujar Rahmat.
CBM Jadi Babak Baru Pemanfaatan Energi
CEO NuEnergy Gas Lim Beng Hong, NuEnergy Gas merupakan perusahaan induk (holding company) dari Dart Energy mengungkapkan, CBM menjadi babak baru dalam pemanfaatan energi di Indonesia. Kerjasama ini akan mendukung tiga hal, pertama adalah pemanfaatan energi bersih yang sejalan dengan upaya pemerintah di masa transisi energi menuju NZE 2060.
Kedua, CBM yang dimanfaatkan dalam kerja sama ini diproduksi dari sumber domestik sehingga signifikan dalam optimalisasi energi dalam negeri. Ketiga adalah membuka peluang untuk mendorong Indonesia memiliki sumber daya baru dalam pemenuhan pasikan dan kebutuhan energi nasional.
Lim Beng Hong menambahkan, mereka melihat kerjasama ini lebih dari jual beli gas tetapi strategic partnership dan siap untuk kerjasama yang lebih lanjut ke depannya.