Menhub Cek Tiga Pelabuhan di Banten, Klaim Penyeberangan Lancar

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menuturkan, aktivitas penyeberangan untuk lintas Jawa-Sumatera relatif terkendali.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 Desember 2025, 20:15 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengecek tiga pelabuhan yang beroperasi di Banten saat libur Nataru. (Foto: Kementerian Perhubungan)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengecek tiga pelabuhan yang beroperasi di Banten pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dia menyebut aktivitas penyeberangan dari Jawa ke Sumatra masih lancar terkendali.

Tiga titik yang dicek Menhub Dudy di antaranya Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara. Ketiganya diklaim dalam kondisi yang terkendali.

"Aktivitas penyeberangan untuk lintas Jawa-Sumatera sampai saat ini Alhamdulillah relatif terkendali. Semua berjalan lancar, tertib dan aman," kata Dudy dalam keterangan resmi, Rabu (24/12/2025).

Saat di Pelabuhan Merak, Dudy meninjau infrastruktur dan fasilitas operasional Terminal Eksekutif 1 serta melakukan pemantauan CCTV melalui ruang kontrol pelabuhan Merak. Selanjutnya, Pelabuhan Ciwandan dia turut mengecek kendaraan logistik yang menuju Dermaga 7.

Dia juga sempat berbincang dengan sejumlah pengemudi truk yang sedang menunggu masuk kapal melalui Dermaga 7 Pelabuhan Ciwandan. "Kondisi Ciwandan juga relatif lancar dan kondusif. Kami harap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan tetap mematuhi aturan yang ada serta arahan dari petugas di lapangan," sambung Dudy.

Menhub Dudy juga memastikan infrastruktur dan operasional pelabuhan BBJ Bojonegara dapat melayani penumpang secara efektif. 

Waspada Cuaca Ekstrem

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mendukung kelancaran pergerakan penumpang penyeberangan lintas Jawa-Sumatera pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Dudy mewanti-wanti kepada pada penumpang angkutan penyeberangan untuk selalu mengantisipasi adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi aktivitas pelayaran. 

"Terkadang ada gelombang tinggi yang membuat kapal sulit bersandar dan membuat penyeberangan tertunda. Untuk itu, pastikan selalu update informasi terbaru, manfaatkan layanan call service 24 jam," imbuhnya. 

Pelabuhan Merak akan Ditutup Jika Cuaca Ekstrem

Truk yang akan menyeberang ke Sumatera memasuki Pelabuhan Merak, Banten, Senin (18/5/2020). Akibat larangan mudik dan pemberlakuan PSBB aktivitas di Pelabuhan Merak makin sepi dan hanya melayani penyeberangan truk pengangkut barang kebutuhan pokok. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, seluruh pelabuhan yang melayani penyeberangan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan ditutup sementara jika kondisi cuaca memburuk. Hal ini dilakukan agar tidak ada kecelakaan laut yang membahayakan penumpang dari Pulau Jawa menuju Sumatera ataupun sebaliknya.

Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ada empat pelabuhan yang melayani penyebrangan, yakni Pelabuhan Merak, Pelindo II dan KBS di Kota Cilegon. Kemudian ada Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Kabupaten Serang.

"Kalau cuacanya tidak baik, kalau menggunakan pelabuhan manapun untuk tidak direkomendasikan untuk tidak berlayar kita pasti akan mematuhi, mau di BBJ, Merak, KBS, Pelindo, kita akan mematuhi itu. Tentu kita akan memberikan pemberitahuan ke pengguna jasa, bahwa kondisi cuaca tidak baik, maka kita tidak boleh melakukan perjalanan, operasional ditutup sementara," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, di Pelabuhan Merak, Senin, (22/12/2025). 

 

Alur Masuk Kendaraan

Kapal penyeberangan sandar di Pelabuhan Eksekutif Sosoro, Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Untuk menambah pelayanan dan kenyamanan bagi calon penumpang kapal penyeberangan Merak-Bakauheni, ASDP membuka terminal penyeberangan yang menyatu dengan tempat perbelanjaan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kendaraan yang menuju pelabuhan, akan diarahkan masuk ke rest area di Tol Tangerang - Jakarta dan Tangerang Merak. Kemudian Jalan Cikuasa Atas dan dermaga Pelabuhan Indah Kiat, akan jadi kantung parkir.

Jika terjadi cuaca buruk seperti ombak tinggi maupun angin kencang, bisa membahayakan bagi pengguna jasa pelayaran. 

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi insiden, tidak ada lagi kecelakaan apalagi timbul korban jiwa," terangnya.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya