Ungkap Capaian 2025, Menag Nasaruddin Siap Terus Perkuat Kedekatan Umat dan Agamanya

Nasaruddin menilai, fenomena umat yang masih berjarak dengan nilai-nilai ajaran agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan global.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 Desember 2025, 03:00 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kedua dari kanan) dalam kegiatan Dialog Media: Refleksi Kinerja 2025 Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (23/12) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai capaian kinerja Kementerian Agama (Kemenag) sepanjang tahun 2025 sudah baik, namun masih berada pada tahap awal dan belum sepenuhnya memenuhi target ideal yang diharapkan. Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam kegiatan Dialog Media: Refleksi Kinerja 2025 Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (23/12).

“Perasaan saya juga belum merasa puas dengan apa yang kami capai, karena rasanya baru permulaan. Rasanya saya sedang melakukan pemanasan di rumah,” ujar Nasaruddin seperti dikutip Rabu (24/12/2025).

Nasaruddin menegaskan, keberhasilan Kementerian Agama tidak bisa semata-mata diukur melalui indikator fisik melalu piagam atau angka. Baginya, ukuran utama keberhasilan adalah sejauh mana umat beragama semakin dekat dengan ajaran agamanya masing-masing.

“Selama umat itu masih berjarak dengan ajaran agamanya, maka keberhasilan agama itu belum tercapai sepenuhnya,” tegasnya.

Nasaruddin menilai, fenomena umat yang masih berjarak dengan nilai-nilai ajaran agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan global. Oleh karena itu, ia mendorong agar Indonesia ke depan dapat menjadi contoh atau rujukan dunia dalam kehidupan beragama yang lebih substansial.

“Mungkin tidak kita jadikan Indonesia sebagai kiblat ke depan? di mana semua umat beragama, apa pun agamanya, bisa lebih dekat dengan ajaran agamanya sendiri,” harap sang Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

 

Dampak Positif

Ia optimistis, apabila kedekatan umat dengan ajaran agama dapat terwujud, maka dampak positif akan dirasakan secara luas, mulai dari penurunan angka kriminalitas, meningkatnya produktivitas masyarakat, hingga terwujudnya kedamaian antarkelompok.

“Kita tidak mengenal ‘Superman’ yang ada di atas. Yang ada adalah The Power of We yang kita kembangkan. Jadi Terima kasih juga kepada kawan-kawan dari semua agama lainnya. Kita menjadi satu kesatuan ,” dia menandasi.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2025 di Indonesia berdasarkan berbagai survei, berada di mencapai kisaran 70–80 persen. Angka ini diklaim Nasaruddin sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya