Liputan6.com, Jakarta - Drama perebutan kekuasaan di balik kerajaan bisnis miliarder Polandia Zygmunt Solorz Zak akhirnya memasuki babak krusial. Pengadilan di Liechtenstein mengeluarkan putusan yang disebut sebagai "final dan mengikat", memenangkan anak-anak Solorz Zak dalam sengketa hukum yang menyerupai kisah serial populer HBO, Succession.
Pendiri Polsat jaringan televisi swasta pertama di Polandia, Zygmunt Solorz Zak membangun kekayaannya lebih dari 30 tahun lalu. Kini, bisnisnya mencakup sektor media, telekomunikasi, hingga energi.Namun, aset bisnis itu justru memicu konflik keluarga.Demikian mengutip tvpworld.com, Kamis (25/12/2025).
Advertisement
Tiga anaknya, Tobias Solorz, Aleksandra Zak, dan Piotr Zak, mengklaim sang ayah telah menyerahkan kendali bisnis kepada mereka pada Agustus 2024. Klaim tersebut sempat dibantah Solorz Zak, yang menuding anak-anaknya telah menipunya.Sebaliknya, ketiga anak itu menuduh ayah mereka dimanipulasi oleh istri keempatnya, Justyna Kulka, yang berusia 18 tahun lebih muda.
Mereka menyebut kondisi usia dan dugaan penurunan kemampuan mental sang ayah dimanfaatkan untuk merebut kembali kendali bisnis.
Pengadilan Liechtenstein kini menolak banding Solorz Zak terhadap putusan Mei 2025, sekaligus menegaskan, pengalihan kendali bisnis kepada anak-anaknya sah secara hukum.
"Putusan ini bersifat akhir dan mengikat," demikian pernyataan Cyfrowy Polsat dalam siaran pers, seiring putusan tersebut, Cyfrowy Polsatperusahaan induk grup media Polsat langsung menunjuk Piotr zak sebagai Presiden Dewan Direksi, menggantikan pejabat sebelumnya. Piotr juga menjabat Presiden Dewan Direksi Polsat Television.
Buka Peluang Tempuh Jalur Hukum
Meski demikian, polemik belum sepenuhnya berakhir. Harian Polandia Rzeczpospolita melaporkan Solorz Zak masih membuka peluang menempuh jalur hukum berbeda.Pengacara Solorz Zak, Radosław Kwasnicki, menegaskan kliennya menolak keras putusan tersebut.
“Klien kami pada dasarnya sangat tidak setuju dengan putusan ini. Kami berhak menempuh semua opsi hukum, termasuk mengajukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusi Liechtenstein,” ujarnya.
Sebagian besar sengketa ini berpusat di Liechtenstein, tempat yayasan TiVi dan Solkomtel milik Solorz Zak terdaftar. Kedua yayasan itu secara tidak langsung menguasai saham Cyfrowy Polsat dan perusahaan energi ZEPAK, dengan nilai gabungan sekitar 8 miliar zloty atau setara 1,9 miliar euro.
Saat konflik keluarga ini pecah, kapitalisasi pasar kedua perusahaan tersebut bahkan hampir 1 miliar euro lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Dampak ke Internal Perusahaan
Sejak perseteruan mencuat pada Agustus 2024, sejumlah perubahan besar terjadi di jajaran manajemen grup Solorz Zak. Zygmunt Solorz Zak, istrinya, serta beberapa eksekutif senior kehilangan kursi di dewan direksi menyusul putusan Mei lalu putusan yang menurut Solorz Zak melanggar perintah pengadilan.
Drama keluarga miliarder ini pun menjadi sorotan luas, tak hanya karena nilai bisnisnya yang fantastis, tetapi juga karena kemiripannya dengan konflik keluarga Roy dalam serial Succession kali ini, terjadi di dunia nyata.