Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026, Kapolri: Doakan Korban Bencana Sumatera

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Mabes Polri tidak memberikan izin pesta kembang api untuk merayakan Tahun Baru 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025 malam.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 23 Desember 2025, 16:58 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan terkait pelanggaran ekspor produk CPO. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Mabes Polri tidak memberikan izin pesta kembang api untuk merayakan Tahun Baru 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025 malam.

“Yang jelas dari Mabes, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” tutur Listyo di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Listyo menyerahkan teknis terkait razia dan sanksi perayaan kembang api tahun baru kepada Polda masing-masing wilayah. Dia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan perayaan tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

"Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita merasakan suasana kebatinan yang sama, dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera," jelas dia.

Lebih lanjut, Listyo mengatakan bahwa kepolisian menurunkan 234 ribu personel yang akan ditugaskan pada pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Untuk pos terpadu, di dalamnya berisikan institusi yang dibutuhkan dalam pelayanan masa Nataru, seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan TNI.

"Sehingga kemudian dalam kegiatannya bisa terintegrasi dan sinergisitas dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada," Listyo menandaskan.

 

 

Ancol Batalkan Pesta Kembang Api

Pengunjung menyaksikan pesta kembang api saat malam Tahun Baru 2019 di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Selasa (1/1). Ancol menyajikan pesta kembang api musikal sepanjang 600 meter di bibir pantai dalam menyambut Tahun Baru 2019. (Merdeka.com/Iqbal Nugoho)

Manajemen Taman Impian Jaya Ancol Tbk meniadakan pertunjukan kembang api saat malam pergantian tahun pada Rabu (31/12) malam. Keputusan ini sebagai bentuk duka cita terhadap para korban bencana Sumatra.

"Kami ikut berduka mendalam atas bencana di Sumatera dan turut merasakan keprihatinan dan kesedihan atas musibah yang terjadi serta mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi seluruh korban dan keluarga terdampak," kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Daniel Windriatmoko di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan, Ancol memutuskan untuk meniadakan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun yang direncanakan menjadi pesta kembang api terbesar di momentum pergantian tahun.

Ia mengatakan keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan agar momen pergantian tahun dapat dijalani secara lebih bermakna, selaras dengan nilai solidaritas dan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.

Pihaknya memahami bahwa momen ini telah dinantikan oleh masyarakat dan rangkaian kegiatan malam tahun baru seperti Konser Peduli Sumatera di Pantai Carnaval Ancol yang menampilkan Dewa 19 feat Ello, Helloband, FiveMinutes dan Konser New Palapa di Pantai Festival tetap berlangsung

Konser juga difokuskan pada kebersamaan, doa, donasi dan refleksi, sehingga dapat menjadi ruang penguatan dan harapan bagi semua pihak.

Perintah Gubernur DKI Jakarta Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya, menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api saat perayaan malam pergantian tahun di Jakarta.

“Saya segera memutuskan kembang api, menurut saya, nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” kata Pramono.

Kendati demikian Pramono menyebut, perayaan tahun baru harus tetap diadakan di Jakarta meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Pramono, Jakarta merupakan ibu kota negara dan merupakan kota global sehingga, Jakarta akan disorot oleh dunia.

Selain itu, Pramono juga tidak menghalangi masyarakat untuk merayakan tahun baru sebagai bentuk syukur dengan cara masing-masing.

“Saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus, nggak boleh bersyukur dengan cara yang lain. Karena bagaimanapun, Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain. Maka saya akan meminta tim khusus untuk menyiapkan itu,” ujar Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya