Liverpool Girang, Hilal Masa Depan Mohamed Salah Mulai Terlihat

Masa depan Mohamed Salah di Liverpool terlihat lebih positif setelah komentar dari Arne Slot dan Curtis Jones.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 24 Desember 2025, 13:30 WIB
Mohamed Salah berhasil mencatatkan rekor baru sekaligus memperbaiki catatan Liverpool di Liga Inggris saat bersua Aston Villa pada Minggu (02/11/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kini dinilai semakin positif. Laporan terbaru dari pakar The Reds, David Lynch, menilai komentar terbaru dari manajer Arne Slot dan gelandang Curtis Jones menjadi sinyal kuat bahwa hubungan Salah dengan klub telah membaik dan peluangnya bertahan setelah Januari cukup besar.

Penyerang asal Mesir tersebut sempat melontarkan kritik tajam terhadap Arne Slot dan jajaran manajemen klub, yang memicu reaksi keras dari sejumlah pengamat, termasuk Jamie Carragher yang menyebut pernyataan itu sebagai tindakan egois.

Namun, situasi mulai mereda setelah Curtis Jones mengungkapkan bahwa Salah telah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh skuad. Langkah itu dinilai sebagai memperbaiki suasana di ruang ganti. Arne Slot pun menegaskan bahwa klub kini telah melupakan masalah tersebut.

Menanggapi situasi ini, David Lynch mengatakan kepada Sports Mole bahwa tanda-tanda perdamaian semakin jelas.

"Saya akan terkejut jika dia pergi mengingat semua yang Anda dengar. Curtis Jones berbicara tentang Mohamed Salah yang menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan setimnya, dan itu adalah langkah besar. Itu membutuhkan kerendahan hati, dan itu menunjukkan bahwa dia ingin situasi mereda dan tidak berniat untuk memaksakan kepergian," ujarnya.


Dampak Piala Afrika

Striker Mesir bernomor punggung 10, Mohamed Salah, mengambil ancang-ancang selama pertandingan Grup C Piala Afrika CAF 2025 (CAN) antara Botswana dan Mesir di Stadion Francistown di Francistown pada 10 September 2024. (Monirul Bhuiyan/AFP)

Mohamed Salah berambisi membawa Mesir melaju hingga final Piala Afrika dan meraih gelar juara internasional pertama, setelah sebelumnya kalah di final edisi 2017 dan 2022.

Ada kekhawatiran bahwa perjalanan jauh Mesir di AFCON dapat berdampak negatif pada performa Salah bersama Liverpool. Pemain berusia 33 tahun itu diketahui kerap mengalami penurunan performa setelah kembali dari turnamen pertengahan musim.

David Lynch secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi Salah setelah AFCON. Ia menilai turnamen tersebut sering memengaruhi konsistensi sang bintang di paruh kedua musim.

"AFCON biasanya berdampak negatif pada performa Salah menjelang paruh kedua musim," kata Lynch kepada Sports Mole.

"Secara umum, performanya tidak sebaik saat kembali dari AFCON, dan itu agak mengkhawatirkan menjelang bagian-bagian penting musim ini," tambahnya.


Salah Sempat Kesal dengan Liverpool

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (kiri), memeluk striker Liverpool asal Mesir bernomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris, pada 27 November 2024. Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. (Oli SCARFF/AFP)

Mohamed Salah tidak masuk starting XI Liverpool saat bertemu imbang Leeds United setelah juga duduk di bangku cadangan pada beberapa laga sebelumnya. Situasi ini semakin memperpanjang rasa frustrasi sang penyerang. Pemain berusia 33 tahun itu mengaku terkejut dan sulit menerima keputusan tersebut.

Lanjut Baca:

Usai pertandingan, pemain asal Mesir itu secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa kontribusinya selama bertahun-tahun bersama Liverpool seharusnya cukup untuk membuatnya tetap mendapat kepercayaan penuh dari tim pelatih. "Saya tidak bisa mempercayai ini, saya sangat kecewa. Saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub ini, semua orang bisa melihatnya selama bertahun-tahun, terutama musim lalu." ujar salah alah mengaku tidak memahami alasan dirinya harus kembali duduk di bangku cadangan dan merasa diperlakukan tidak adil. "Untuk duduk di bangku cadangan, saya tidak tahu alasannya. Saya merasa klub seolah-olah mengorbankan saya. Itu yang saya rasakan."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya