Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 196 personel Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
"Dalam menghadapi cuaca seminggu ke depan, Polda Metro Jaya turut melaksanakan Siaga Bencana dengan menyiapkan 196 personel," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Asep Edi Suheri dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Advertisement
Selain ratusan personel, Polda Metro juga menyiapkan sejumlah alat khusus serta kendaraan SAR yang akan diterjunkan di beberapa titik agar dapat merespons laporan masyarakat secara cepat.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca yang kemungkinan berubah sewaktu-waktu," katanya, dikutip dari Antara.
Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perayaan Natal 2025 dan Tahun baru 2026 (Nataru) berlangsung aman, tertib dan Kondusif.
Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meminta seluruh personel untuk bekerja ekstra saat Operasi Lilin 2025 pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 karena adanya potensi cuaca ekstrem.
Astama Ops Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Fadil Imran menyampaikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi adanya sistem silklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat hingga angin kencang.
"Situasi ini tentunya menuntut kesiapan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Fadil saat Apel Operasi Lilin 2025 di Silang Monas, Jakarta, Jumat (19/12).
Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026. Cuaca ekstrem itu meningkatkan potensi terjadinya bencana.
Menurut Fadil, personel di lapangan perlu mengantisipasi potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas-ruas jalan utama, jalur alternatif dan akses menuju kawasan objek vital.
Waspada Cuaca Ekstrem hingga 23 Desember, Ini Sebaran Wilayahnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia, pada pada 21 hingga 23 Desember 2025.
Menyikapi laporan kejadian bencana dan potensi cuaca ekstrem tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
"BNPB juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, memantau informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala, memelihara saluran drainase," tulis BNPB melalui keterangan tertulis diterima, Senin (22/12/2023).
Kembali berdasarkan data BMKG, wilayah dengan potensi cuaca ekstrem meliputi Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya wilayah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
BNPB juga meminta dinas di pemda terkait untuk memangkas material dahan pohon rimbun.
"Kepada masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lama sesuai instruksi petugas di lapangan," dia menandasi.
Cuaca Ekstrem Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta hingga 26 Desember 2025.
Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diprakirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti genangan dan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, meminta warga untuk menyiapkan payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat secara berkala memantau tinggi muka air (TMA) melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel, serta memperbarui informasi kondisi banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id yang berbasiskan RT.
“Apabila menemukan potensi genangan atau banjir, warga dapat melaporkannya melalui aplikasi JAKI,” ucapnya.