Hari Ibu 2025, Menkeu Purbaya Beri Pesan Menyentuh Ini

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut Hari Ibu 2025 dengan memberikan pesan mengenai peran penting perempuan sebagai pelita.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 22 Desember 2025, 10:31 WIB
Sebelumnya, sampai 31 Agustus 2025, APBN mengalami defisit Rp 321,6 triliun. Realisasi itu setara dengan 1,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam mendorong kemajuan keluarga dan bangsa. Ia menyampaikan hal itu melalui akun instagram saat perayaan Hari Ibu, Senin, 22 Desember 2025.

"Perempuan, para ibu, harus terus berdaya dan berkarya. Mereka adalah pelita yang menyalakan harapan dan menggerakkan perubahan serta semangat Kemajuan pagi Keluarga dan pangsa,” kata Purbaya dikutip dari akun instagram @menkeuri, Senin (22/12/2025).

Ia menyebut perempuan sebagai pelita yang menyalakan harapan, menggerakkan perubahan, serta memperkuat semangat kemajuan di berbagai lini kehidupan.

Dalam momentum peringatan Hari Ibu, Menkeu menyampaikan, perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi. Kontribusi perempuan dinilai semakin strategis dalam menciptakan keluarga yang tangguh sekaligus masyarakat yang produktif.

Purbaya menekankan perlunya memastikan setiap perempuan memperoleh kesempatan yang adil, lingkungan yang aman, serta dukungan nyata untuk tumbuh dan berkarya. Menurut dia, kemajuan perempuan akan berdampak langsung pada ketahanan dan pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan demi masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Di momen peringatan hari ibu kali ini, mari kita pastikan setiap perempuan mendapat kesempatan yang adil, lingkungan yang aman, dan dukungan yang nyata untuk tumbuh dan berkarya. Karena saat perempuan maju, Indonesia tumbuh kian tangguh,” pungkasnya.

Tema Hari Ibu 2025

Ilustrasi merayakan Hari Ibu. (Image by jcomp on Freepik)

Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember selalu menjadi momen refleksi bagi bangsa Indonesia. Namun, Hari Ibu bukan sekadar perayaan untuk mengucapkan terima kasih kepada sosok ibu di rumah, melainkan penghormatan kepada seluruh perempuan Indonesia atas perjuangan dan kontribusinya dalam membangun negeri.

Mengutip situs resmi Kementerian PPPA, 2025 menjadi momentum penting karena membawa tema besar “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menggambarkan semangat perempuan yang tangguh, mandiri, dan menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah keterbatasan.

Lebih dari sekadar seremoni, Hari Ibu 2025 adalah panggilan untuk menegaskan kembali peran perempuan sebagai agen perubahan dalam kehidupan modern.

 

Peringatan Hari Ibu juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memahami sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia. Akar sejarahnya berawal dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta yang menyatukan berbagai organisasi perempuan dalam satu gerakan nasional. Kongres ini menandai lahirnya kesadaran baru bahwa perempuan berhak sejajar dengan laki-laki dalam perjuangan kemerdekaan.

Sejak resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, Hari Ibu terus berkembang sebagai simbol perjuangan dan pengabdian perempuan. Kini, di usia ke-97, peringatan ini kembali menyoroti kontribusi perempuan dalam menghadapi tantangan zaman modern.

 

 

 

Sejarah Hari Ibu

Buket Peralatan Makan untuk Hadiah Hari Ibu/ Ilustrasi AI

Peringatan Hari Ibu tidak lahir tiba-tiba. Sejarahnya dimulai pada Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928.

Saat itu, berbagai organisasi perempuan sepakat untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam pendidikan, pernikahan, dan politik. Semangat kesetaraan inilah yang menjadi fondasi bagi gerakan perempuan Indonesia selanjutnya.

Sepuluh tahun kemudian, pada Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938, ditetapkanlah 22 Desember sebagai Hari Ibu nasional. Penetapan ini kemudian disahkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Sejak saat itu, Hari Ibu bukan hanya simbol kasih seorang ibu kepada anaknya, melainkan simbol kebangkitan dan kemandirian perempuan Indonesia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya