Menteri PKP Bangun Hunian Tetap di Sumut, Gandeng Yayasan Buddha Tzu Chi

Menteri PKP Maruar Sirait menuturkan, pembangunan hunian tetap sebanyak 2.603 unit bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat dilakukan mulai Desember 2025.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 22 Desember 2025, 07:19 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membangun hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. (Foto: Kementerian PKP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Itu dilakukan dengan turut menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi milik Sugianto Kusuma (Aguan), dengan membangun 118 rumah di Tapanuli Tengah. 

"Mohon doanya juga kita akan mulai pembangunan hunian tetap buat saudara-saudara kita di Aceh dan juga di Sumatera Barat," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).

Selain Tapanuli Tengah, Maruarar juga melakukan groundbreaking pembangunan hunian tetap di berbagai daerah lain di Sumatera Utara. Seperti 200 rumah di Kota Sibolga, dan 103 hunian tetap di Tapanuli Utara. 

Sebelumnya, Ara berjanji bakal bertolak ke Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu, 21 Desember 2025 untuk memulai inisiasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di tiga wilayah di provinsi tersebut. 

Janji tersebut diutarakan langsung Maruarar di hadapan Presiden Prabowo Subianto, dalam acara akad massal 50.030 rumah subsidi yang berlangsung di Kota Serang, Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

"Besok pagi kami akan pergi ke Tapanuli Tengah, kemudian Sibolga dan Tapanuli Utara. Negara hadir pak bersama Pemerintah Sumatera Utara, Pemda Tapanuli Tengah, Sibolga dan Tapanuli Utara," kata Maruarar Sirait. 

Bersama Menteri PU hingga BNPB

Kunjungan ke Sumatera Utara tersebut bakal dilakukan Ara bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, pihak Kepolisian, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Kita langsung membangun hunian tetap buat saudara-saudara kita. Besok pagi kami akan ke sana bersama jajaran kami. Karena saya tahu bapak ingin bekerja dengan cepat dan sangat cepat untuk kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya. 

Sebelumnya, Maruarar Sirait telah memastikan, pembangunan hunian tetap sebanyak 2.603 unit bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan mulai dilaksanakan pada bulan ini. 

 

Arahan Langsung Prabowo

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membangun hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. (Foto: Kementerian PKP)

Kepastian tersebut disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri terkait percepatan penanganan bencana, yang dipimpin Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Rabu (17/12/2025) silam. 

Maruarar mengatakan percepatan pembangunan huntap dilakukan berkat arahan langsung Presiden Prabowo Subianto serta kuatnya koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.

"Kami sudah rapat bersama Menteri Hukum, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Kepala BPKP, Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Barat, serta Sekda Aceh. Ini menunjukkan koordinasi berjalan sangat intens dan cepat,” ujar Maruarar Sirait.

 

Pakai Dana CSR

Pembangunan 2.603 unit huntap tersebut sepenuhnya menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) tanpa memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

Dari total tersebut, sebanyak 2.500 unit berasal dari dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit lainnya berasal dari dana pribadi Menteri PKP Maruarar Sirait.

Tahap awal pembangunan akan dimulai di Provinsi Sumatera Utara, dengan target peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada pekan ini. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak agar kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan bermartabat.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya