Di Balik 3 OTT dalam Sehari, KPK: Transaksi Dilakukan Beruntun

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan salah satu alasan bisa melakukan OTT hingga tiga kali dalam sehari karena para pihak terkait melakukan transaksi secara beruntun.

oleh Tim NewsDiterbitkan 19 Desember 2025, 18:39 WIB
Juru Bicara atau Jubir KPK Budi Prasetyo menanggapi pemberian amnesti kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah daerah. Dalam sehari (18 Desember 2025), lembaga antirasuah tersebut melakukan tiga OTT dan telah menangkap puluhan orang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan salah satu alasan bisa melakukan OTT hingga tiga kali dalam sehari karena para pihak terkait melakukan transaksi secara beruntun.

“Artinya, transaksi yang dilakukan oleh para pihak itu kemudian terjadi dalam waktu yang beruntun ya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (19/12/2025).

Setelah itu, kata dia, KPK menangkap pihak-pihak yang diduga korupsi. Sementara itu, dia mengatakan KPK tidak memiliki alasan ataupun inisiatif khusus agar dapat melakukan OTT hingga tiga kali dalam sehari.

“Tentu ini tidak ada alasan atau inisiatif khusus dari KPK, tetapi memang peristiwa tertangkap tangan ini terjadi hampir berbarengan di waktu yang hampir sama,” jelasnya.

3 OTT KPK pada 18 Desember 2025

1. OTT Banten

KPK melalui Juru Bicara Budi Prasetyo mulanya mengumumkan melakukan OTT di wilayah Banten, dan menangkap sejumlah lima orang. Selain itu, uang sejumlah Rp 900 juta disita oleh lembaga antirasuah tersebut.

KPK kemudian mengumumkan bahwa yang ditangkap dari OTT tersebut menjadi sembilan orang, yakni dilakukan di Banten dan Jakarta.

Sembilan orang tersebut terdiri atas seorang jaksa, dua penasihat hukum, dan enam pihak swasta.

Namun demikian, penanganan untuk dua terduga tersangka dari OTT tersebut kemudian diserahkan KPK kepada Kejaksaan Agung.

OTT Bekasi dan Kalimantan Selatan

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang usai dilantik di pelantikan kepala daerah serentak di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Ist)

2. OTT Bekasi

Budi kemudian mengumumkan KPK melakukan OTT di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk mengonfirmasi penyegelan ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Dalam OTT ini, KPK menangkap 7 orang, dan salah satunya merupakan Ade Kuswara.

KPK belum menjelaskan lebih lanjut terkait barang bukti yang disita KPK dalam OTT di Bekasi ini.

3. OTT Kalimantan Selatan

Budi menutup Kamis (18/12) malam dengan mengumumkan OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, untuk mengonfirmasi peminjaman ruangan di Polres Hulu Sungai Utara untuk pemeriksaan.

Kemudian KPK mengabarkan sudah menangkap enam orang dalam OTT di Kalsel.

Identitas beberapa dari enam orang tersebut baru diumumkan pada Jumat (19/12) pagi, yakni Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu, dan Kepala Seksi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara Asis Budianto.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya