Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memproyeksikan bisa mendapatkan Rp 23,5 triliun nilai kontrak baru, dan Rp 16 triliun dari sisi pendapatan (revenue) pada 2026.
"Kalau tahun depan itu target pasar kita Rp 23,5 triliun. Revenue-nya kurang lebih mungkin sekitar Rp 16 triliun untuk tahun depan," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad dalam konferensi pers usai melaksanakan RUPSLB di kantornya, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Advertisement
Saat ditanya mengenai target laba di tahun depan, Novel belum mau membeberkannya. "Kemudian kalau laba ini masih dievaluasi. Kita evaluasi dulu," ungkapnya.
Adapun untuk realisasi kontrak di 2025, perusahaan pelat merah tersebut masih berupaya untuk menuntaskannya. Meskipun, Novel memperkirakan PTPP belum bisa mencapai target nilai kontrak baru di tahun ini.
"Kita masih berupaya sampai dengan akhir tahun walaupun tinggal beberapa hari. Tapi memang ada yang sedang menunggu pengumuman untuk keputusan pemenang, ada yang memang ada bergeser. Kalau kami perkirakan sedikit di bawah target 2025," tuturnya.
"Ya mungkin pencapaian kami perkiraannya sekitar 90an, 92 persen dari rencana. Insya Allah bisa kita capai di akhir tahun ini," kata Novel.
Rp 15 Triliun Kontrak hingga Agustus 2025
Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengantongi perolehan kontrak senilai Rp 15,28 triliun sampai Agustus 2025.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, pencapaian ini memiliki pencatatan kenaikan sebesar 29,6 persen atau setara dengan Rp 3,49 triliun dari perolehan Juli 2025.
Dia mengatakan kenaikan ini merupakan strategi optimalisasi yang dilakukan manajemen PTPP dalam untuk merealisasikan peluang di tengah kondisi tantangan pasar.
"Kami terus berupaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ini melalui seleksi proyek yang berkualitas, penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, serta penerapan manajemen risiko yang terukur," kata Joko.
Adapun perolehan nilai kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 51,2 persen, swasta sebesar 31 persen, dan pemerintah sebesar 17,8 persen.
Segmentasi Proyek
Dari sisi segmentasi proyek, perolehan kontrak baru kontribusi tertinggi yaitu pada sektor pertambangan sebesar 19,5 persen, gedung sebesar 17,81 persen, power plant sebesar 17,56 persen, jalan dan jembatan sebesar 15,81 persen.
Lebih lanjut, pelabuhan sebesar 15,26 persen, minyak dan gas sebesar 5,39 persen, irigasi sebesar 4,63 persen, bendungan sebesar 1,78 persen, bandara sebesar 1,40 persen, serta industri sebesar 0,85 persen.
Pencapaian sampai dengan Agustus 2025 ini menempatkan PTPP pada posisi 53,6 persen dari target akhir tahun 2025.