Liputan6.com, Jakarta - Perebutan gelar juara Liga Italia Serie A musim 2025/2026 semakin memanas memasuki pertengahan Desember. Inter Milan berhasil menduduki puncak klasemen Liga Italia, namun perlawanan ketat dari AC Milan dan SSC Napoli membuat setiap pertandingan menjadi krusial.
Kondisi ini menjanjikan paruh kedua musim yang penuh drama dan kejutan di kancah sepak bola Negeri Pizza.
Advertisement
Setelah sebagian besar tim menyelesaikan 15 pertandingan, peta kekuatan Serie A mulai terlihat jelas. Tim-tim papan atas terus menunjukkan performa konsisten, sementara beberapa kuda hitam juga mulai mencuri perhatian. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu tak ingin melewatkan setiap momen sengit dalam perjalanan menuju gelar Scudetto musim ini.
Data klasemen terbaru menunjukkan dominasi Inter Milan, namun keunggulan tipis mereka atas rival-rival terdekatnya menjadi sinyal bahwa posisi puncak masih sangat mungkin berubah. Setiap poin yang diraih akan sangat berarti dalam menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi di akhir musim nanti.
Persaingan Sengit di Puncak Klasemen Serie A
Inter Milan saat ini memimpin klasemen Liga Italia Serie A dengan mengumpulkan 33 poin dari 15 pertandingan. Mereka mencatatkan 11 kemenangan, 0 seri, dan 4 kekalahan, dengan selisih gol impresif +20 (34 gol memasukkan, 14 gol kemasukan).
Di posisi kedua, AC Milan membayangi ketat dengan 32 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Rossoneri meraih 9 kemenangan, 5 seri, dan hanya 1 kekalahan, dengan selisih gol +11 (24 gol memasukkan, 13 gol kemasukan). SSC Napoli menempati peringkat ketiga dengan 31 poin, hasil dari 10 kemenangan, 1 seri, dan 4 kekalahan, serta selisih gol +9 (22 gol memasukkan, 13 gol kemasukan).
AS Roma berada di posisi keempat dengan 30 poin dari 15 pertandingan, mencatatkan 10 kemenangan, 0 seri, dan 5 kekalahan, dengan selisih gol +8 (16 gol memasukkan, 8 gol kemasukan). Sementara itu, Juventus melengkapi lima besar dengan 26 poin dari 15 pertandingan, meraih 7 kemenangan, 5 seri, dan 3 kekalahan, dengan selisih gol +5 (19 gol memasukkan, 14 gol kemasukan). Selisih poin yang tipis di antara tim-tim papan atas ini menunjukkan bahwa persaingan menuju gelar juara akan berlangsung sangat ketat hingga akhir musim.