Tanggal 19 Desember Setiap Tahunnya Diperingati sebagai Hari Apa? Yuk Cari Tahu!

Tanggal 19 Desember terdapat berbagai peringatan penting. Mulai dari Hari Bela Negara hingga Kecelakaan Pesawat SilkAir Penerbangan 185. Selain itu ada hari apa?

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 19 Desember 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi Kalender (Photo on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 19 Desember terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini diperingati sebagai Hari Bela Negara. Hari ini memperingati berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatera Barat. 

Saat itu, Belanda mengumumkan bahwa negara Indonesia sudah tidak berdiri lagi. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi berdirinya pemerintahan darurat. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. 

Hari ini, Jumat (19/12/2025) juga diperingati sebagai Hari Trikora. Peringatan hari ini ditujukan untuk mengingat kembali perjuangan Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat sebagai bagian dari NKRI.

Peristiwa perebutan kembali Irian Barat ini juga menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, hari ini juga diperingati sebagai hari kelahiran salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM). Institusi pendidikan ini didirikan pada awal kemerdekaan RI dan didaulat sebagai Balai Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional.

Tak kalah menarik, hari ini merupakan hari yang memilukan bagi dunia kedirgantaraan Indonesia. Pada hari ini, telah terjadi kecelakaan pesawat Singapura SilkAir MI185. Pesawat ini jatuh di sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Terakhir, hari ini juga diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional di Anguilla. Hari ini diperingati untuk memberikan penghormatan terhadap orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Hari ini juga dirayakan untuk memperingati revolusi Anguilla tahun 1967.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 19 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber: 

Hari Bela Negara

Ilustrasi tentara, bela negara. (Foto oleh Somchai Kongkamsri: https://www.pexels.com/id-id/foto/empat-prajurit-membawa-senapan-di-dekat-helikopter-di-bawah-langit-biru-20258/)

Dilansir Liputan6.com dari website Kementerian Agama (kemenag), Hari Bela Negara diperingati setiap tanggal 19 desember.

Tanggal tersebut menjadi pengingat tentang perjuangan para pahlawan bangsa yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa agresi belanda tahun 1948.

Saat itu, Republik Indonesia hampir tidak ada. Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II di bagian Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Indonesia.

Wilayah tersebut diserang dan diduduki. Kemudian Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa tokoh penting lainnya bahkan ikut ditangkap. Situasi darurat ini yang menjadi latar belakang terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Karena kekosongan pemimpin, Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran akhirnya membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi Sumatera. Hal itu diputuskan setelah pertemuan Sjafruddin dengan Mr. T.M. Hasan (Komisariat Pemerintah Pusat).

PDRI diumumkan oleh Sjafruddin di Halaban, Payakumbuh, di daerah perkebunan teh di lereng Gunung Sago, pada 22 Desember 1948. TNI dan Rakyat pun ikut serta dalam melakukan perlawanan gerilya di berbagai daerah.

Diperingatinya hari ini untuk mengenang Kembali perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan negara kita dan untuk meningkatkan rasa cinta dan bela negara kepada generasi muda.

Hari Trikora

Keunikan Pakaian Adat Papua Barat Ewer (Pexels/Habel Panggalo)

Dilansir Liputan6.com dari website Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hari Trikora (Tri Komando Rakyat) ditujukan untuk mengingatkan perjuangan Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah negara, khususnya terkait Papua.

Peringatan ini merujuk pada peristiwa 19 Desember 1961, ketika Presiden pertama RI, Soekarno, menyampaikan Trikora di Yogyakarta.

Trikora disampaikan sebagai respons atas upaya Belanda yang masih ingin mempertahankan kekuasaannya di Irian Barat dengan membentuk negara Papua Barat, meski saat itu Indonesia telah merdeka. 

Melalui Trikora, Soekarno menyerukan tiga hal utama, yaitu menggagalkan pembentukan negara tersebut, mengibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat, serta menyiapkan kekuatan nasional untuk menjaga kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

Seruan ini kemudian dilanjutkan dengan Operasi Trikora yang melibatkan kekuatan militer dan diplomasi. Upaya tersebut menghasilkan Perjanjian New York pada 1962 dan pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, yang akhirnya menegaskan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Trikora menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan perjuangan bangsa dalam menjaga kedaulatan negara.

Hari Lahir UGM

Kampus Universitas Gadjah Mada. (Liputan6.com/Switzy Sabandar)

Dilansir Liputan6.com dari website Universitas Gadjah Mada, UGM berdiri dengan nama Universitas Negeri Gadjah Mada.

Perguruan tinggi ini merupakan gabungan dari sejumlah institusi pendidikan lain, seperti Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik dan Akademi Ilmu Politik Yogyakarta, Balai Pendidikan Ahli Hukum Solo, dan Perguruan Tinggi Kedokteran Bagian Praklinis Klaten.

Penggabungan sejumlah institusi pendidikan ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949. Dalam aturan ini, UGM secara resmi berdiri pada tanggal 16 Desember 1949. Namun, hingga hari ini peringatan hari lahirnya dirayakan setiap tanggal 19 Desember.

Pemberian nama Gadjah Mada memiliki arti tersendiri. Nama Gadjah Mada berasal dari nama seorang panglima perang kerajaan Majapahit. Nama ini diberikan sebagai contoh keteladanan dan semangat Gadjah Mada mempersatukan Nusantara.

Teladan ini pun diterapkan dalam rumusan jati diri UGM, yakni sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, universitas kerakyatan dan universitas pusat kebudayaan.

Pada awal berdiri, UGM memiliki 6 fakultas, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra dan Filsafat, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan. Kegiatan belajar mengajar saat itu masih dilakukan di Sitinggil dan Pagelaran.

Pada tahun 1951, pembangunan gedung UGM pun dimulai. Kemudian, sekitar tahun 1960-an, UGM secara bertahap dilengkapi dengan berbagai fasilitas. D

i antaranya seperti rumah sakit, pemancar radio, dan fasilitas pendukung mahasiswa lainnya. Kini, UGM telah memiliki total 18 fakultas yang terdiri dari puluhan program studi, sekolah pascasarjana hingga sekolah vokasi.

Hari Pahlawan dan Pahlawan Wanita Nasional

Ilustrasi/copyright unsplash.com/@mbrunacr

Dilansir Liputan6.com dari National Today, wilayah Anguilla yang terletak di Wilayah Seberang Laut Britania Raya merayakan hari ini sebagai Hari Pahlawan dan Pahlawan Wanita Nasional.

Anguilla menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang merayakan hari pahlawan dengan menyebutkan versi perempuan dalam sejarah mereka.

Pada tahun 1962, Anguilla merupakan sebuah negara asosiasi yang bergabung dengan pulau Saint Kitts dan Nevis. Namun, Anguilla memisahkan diri pada tanggal 19 Desember 1980 karena ketidakpuasan politik. Hari ini pun kemudian dideklarasikan sebagai hari libur nasional dan sering dianggap sebagai hari pemisahan.

Pemerintah Anguilla mengubah Hari Pemisahan ini menjadi Hari Pahlawan Nasional di Anguilla. Hari libur ini jatuh beberapa hari sebelum natal sehingga ketika perayaannya datang, Anguilla ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Penamaan Hari Pahlawan dan Pahlawan Wanita Nasional ditujukan untuk menegaskan kesetaraan gender antara pria dan wanita. wilayah ini menganggap setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan telah berkontribusi besar bagi bangsa.

Hari ini penting untuk diperingati. Melalui hari ini, semangat dan keberanian masyarakat akan terbangun. Bukan hanya pria yang dapat melakukan tindakan berani, tetapi wanita juga memiliki kesempatan yang serupa.

Hari ini juga menjadi momen untuk menjaga persatuan bangsa. Pada hari ini, rasa kebangsaan dipupuk dengan baik oleh rakyat Anguilla untuk mencapai tujuan bersama.

Kecelakaan Pesawat SilkAir Penerbangan 185

104 orang di dalamnya -- 97 penumpang dan 7 awak pesawat tewas. Tak ada jasad yang berhasil ditemukan utuh.

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Insiden kecelakan pesawat yang cukup menyita perhatian publik pernah terjadi pada 19 Desember 1997. Kala itu burung besi Singapura SilkAir MI185 jatuh ke Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan sekitar pukul 16.12 WIB.

104 orang di dalamnya -- 97 penumpang dan 7 awak pesawat tewas. Tak ada jasad yang berhasil ditemukan utuh. Penyebab kecelakaan juga masih menjadi misteri hingga saat ini.

SilkAir MI185 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura jatuh menghujam dalam posisi nyaris vertikal, dari ketinggian 12.000 kaki atau 3.700 meter. Lalu membentur bumi. Sejumlah bagian termasuk sebagian besar ekor mulai terpisah dari badan pesawat, karena kekuatan benturan yang ditimbulkan dari kecepatan burung besi saat itu mendekati supersonik.

Beberapa detik kemudian, burung besi itu jatuh ke Sungai Musi.

Burung besi itu hancur berkeping-keping, puingnya menyebar hingga radius beberapa kilometer, meskipun sebagian besar dari reruntuhan terkonsentrasi di area 60 meter x 80 meter di dasar sungai. Tak ada satupun tubuh utuh, hanya 6 yang teridentifikasi identitasnya.

Silk Air MI185 nahas itu dipiloti kapten Tsu Way Ming, warga Singapura. Sementara, kopilot adalah Duncan Ward, warga Selandia Baru.

Berdasarkan rekaman yang diambil dari badan pesawat, penyelidik Indonesia mempublikasikan temuan awal pada 1999 yang menyebut tidak ada cukup bukti untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia mengesampingkan dugaan kegagalan mekanis dan listrik, cuaca, atau penyimpangan kontrol lalu lintas udara sebagai penyebab kecelakaan.

Namun, laporan melampirkan telaah agen Amerika Serikat yang menyebut kecelakaan diduga tindakan sengaja seorang atau lebih dari satu orang dalam pesawat. Khususnya sang pilot, yang diketahui menderita kerugian besar di pasar saham di sekitar waktu terjadinya kecelakaan.

Dikutip Liputan6.com dari New York Times, investigasi oleh polisi Singapura juga menunjukkan bahwa Tsu menderita masalah keuangan. Antara 1993 dan 1997, ia dan keluarganya mendapatkan uang sekitar 2,5 juta dolar Singapura dari penjualan 2 properti. Namun menderita kerugian perdagangan saham senilai 2,25 juta dolar Singapura.

Pada 4 Desember 1997 -- hanya 15 hari sebelum kecelakaan -- ia diskors dari perdagangan saham dengan beban utang sebesar 118.000 dolar Singapura.

Juga tak lama sebelum kecelakaan itu, Tsu telah mengatur polis asuransi untuk melindungi istri dan tiga anak mereka dari keharusan membayar hipotek rumah jika ia mengalami kematian atau cacat permanen.

Pada 12 Desember, ia diberitahu bahwa aplikasi asuransi diterima. Sang pilot mengirim cek pembayaran premi pertama pada 16 Desember dan asuransi mulai berlaku pada 19 Desember -- tepat di hari kecelakaan.

Tsu juga dilaporkan beberapa kali mendapat teguran disiplin dari SilkAir, termasuk satu tindakan yang berkaitan dengan memanipulasi sekring dari perekam suara kokpit (CVR). Laporan lain menyebut ia juga berkonflik dengan Kopilot Ward dan beberapa rekan yang meragukan kemampuannya memimpin sebagai Kapten Pilot.

Namun, pihak SilkAir mengatakan bahwa dugaan bahwa Kapten Tsu Way Ming bunuh diri dengan menjatuhkan pesawat anyar yang baru berusia 10 bulan sebagai "kabar palsu, jahat, dan sangat tidak bertanggung jawab." Mereka menyebut, kecelakaan bisa saja diakibatkan gangguan listrik progresif.

Kapten Tsu yang merupakan mantan pilot dan instruktur A-4 Skyhawk Angkatan Udara Singapura, memiliki pengalaman dengan pesawat tersebut selama 20 tahun. Selama karirnya, ia pernah mengalami musibah, yaitu kehilangan 4 teman satu skuadronnya ketika latihan terbang rutin, setahun sebelum kecelakaan.

Dampak psikologis dari musibah itu diduga mengubah kepribadian Tsu yang berujung pada kecelakaan pesawat SilkAir tersebut.

 

 

 

Infografis Sederet Promo Diskon Kereta Api hingga Pesawat di Libur Nataru 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya