Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan angkutan laut, darat, dan udara menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kunjungan langsung dan koordinasi bersama pemerintah setempat di Kota Kupang.
“Maksud kunjungan ini untuk memastikan persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan baik dan selamat, supaya kita bisa memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat,” kata Menhub Dudy saat memberikan keterangan kepada awak media di Kupang, Kamis.
Advertisement
Dalam kunjungan tersebut, Menhub beserta jajaran didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau langsung Pelabuhan Tenau Kupang. Ia juga menggelar pertemuan singkat bersama jajaran terkait guna membahas sejumlah masukan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Beberapa isu yang dibahas antara lain pengoptimalan Bandara Internasional El Tari Kupang, persoalan tingginya harga tiket pesawat, penambahan kapal laut, serta peningkatan Pelabuhan Tenau dari kelas III menjadi kelas I.
Selanjutnya, Menhub melakukan pengecekan sejumlah kapal dan Posko Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Tenau.
Pada kesempatan itu, ia memberikan arahan kepada seluruh aparat terkait untuk memperkuat sinergi dalam menyiapkan transportasi perjalanan yang aman dan memadai, mengingat potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, gelombang laut tinggi, dan angin kencang menjelang akhir tahun.
“Kami menekankan kepada rekan-rekan di lapangan bahwa ini adalah tugas yang diamanahkan untuk mengantarkan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dan tahun baru, mulai dari rumah menuju tempat tujuan hingga kembali lagi dengan selamat, aman, dan lancar,” ujarnya.
Untuk transportasi laut, Menhub menyampaikan bahwa sebagai wilayah kepulauan, NTT didukung armada penyeberangan yang disiapkan oleh Pelni, ASDP, serta pihak swasta.
“Tadi juga terlihat adanya tambahan kapal dari Pelni. Diharapkan armada yang disiapkan dapat mencukupi jumlah penumpang yang akan bepergian,” katanya.
Ia berharap lonjakan penumpang pada masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat teratasi agar tidak terjadi kelebihan kapasitas dan penumpang dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan selamat.
Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru pada 24 Desember 2025
Sebelumnya, Kementerian perhubungan (Kemenhub) memprediksikan puncak arus mudik libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026 yang terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025.
Dilansir dari laman Kemenhub, Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, memperkirakan pergerakan arus mudik mencapai 17,18 juta orang.
"Kami memprediksi puncak arus mudik masa libur Nataru 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan perkiraan pergerakan 17,18 juta orang, sementara puncak arus balik diprediksi terjadi Jumat, 2 Januari 2026 dengan perkiraan pergerakan sebanyak 20,81 juta orang," ujar Menhub Dudy.
Tak hanya itu, Kemenhub juga akan menyelenggarakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, untuk memantau pergerakan masyarakat.
Menhub Dudy juga menjelaskan dua isu penting yang perlu diantisipasi saat libur Nataru, yaitu potensi lonjakan penumpang serta risiko cuaca ekstrem.
Mengenai hal tersebut, Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG dan stakeholder terkait melalui posko Nataru juga menambah personel id area siaga
Mitigasi di Semua Sektor Transportasi
Mitigasi lain juga dilakukan Kemenhub di semua sektor transportasi, baik darat, laut, udara, hingga kereta api.
Di darat, Kemenhub siapkan buffer zone, delaying system, contraflow, hingga oneway secara situasional.
Di sektor transportasi laut, akan disiapkan kapal navigasi dan patroli, serta buffer zone di wilayah sekitar pelabuhan.
Di sektor udara, Kemenhub melakukan ramp check, optimalisasi jam operasional bandara, dan penambahan kapasitas penerbangan.
Terakhir, di sektor kereta api, disiapkan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS), Alat Material Untuk Siaga (AMUS) dan penyiagaan personel pada perlintasan sebidang.
Lebih lanjut, Kemenhub berkomitmen pada prioritas keamanan dan keselamatan seluruh moda transportasi selama masa Nataru 2025/2026.
Dengan melakukan ramp check terhadap 40 ribu kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyebrangan, 363 pesawat, dan 3.333 kereta api.
Kemenhub mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di tempat wisata, jalur arteri, hingga perlintasan sebidang kereta api.
“Sinergi dan kolaborasi antarlembaga perlu dilakukan secara intensif untuk memastikan kebijakan yang diterapkan berjalan seragam,” tutup Menhub Dudy.