Liputan6.com, Jakarta - InJourney Aviation Services memastikan, selama angkutan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), aturan first bag dan last bag atau Fibag/Labag akan sesuai aturan Kementerian Perhubungan, yakni 20 menit tas pertama dan 40 menit tas terakhir.
Bahkan untuk mencapai hal tersebut, hingga hari ini, capaian fibag/labag sesuai aturan Kementerian Perhubungan itu sudah mencapai 90 persen. Yakni untuk maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air.
Advertisement
"Kami ada SOP atau aturan baru yang diteriapkan. Itu berhubungan dengan pengangkutan dari atas pesawat Ketika mendarat, jadi dari pesawat nero body, bag dipindahkan ke kereta bagasi itu 5 menit, lalu untuk pesawat wide body harus 10 menit,"ungkap Plt Direktur Utama IAS, Danny P Thaharsyah, Kamis (18/12/2025).
Bukan hanya itu saja, kendaraan penunjang ground handling juga diperbanyak. Yakni ada 62 alat baru yang disebar di 36 bandara yang dilayani oleh IAS.
Lalu, bila mana terjadi delay, penumpukan penerbangan, IAS pun menyiapkan strategi lain, termasuk pengaturan petugas, dan penambahan personil. Yakni, personil di gedung bandara sebanyak 5.299 orang dan ground support unit (GSI) sebanyak 5.168 unit.
"Memang tantangan kami penanganan di Bandara Soekarno Hatta. Sebab Jarak dari parkir pesawat ke dalam gedung terminal lumayan jauh, selebihnya di bandara lain aman,"ujarnya.
IAS juga mengandalkan sistem digital CALIS & WARRIOR untuk memperluas kemampuan monitoring dan pengendalian layanan kargo secara real time.
“Seluruh aktivitas di lapangan kini terdokumentasi dengan lebih akurat dan dapat dianalisis untuk mempercepat tindakan korektif. Ini memberikan nilai tambah pada reliability operasional, terutama dalam menangani lonjakan layanan penumpang dan kargo pada masa Natal–Tahun Baru,” ujar Danny.
5 Bandara Tersibuk Saat Libur Nataru
Sementara, Veronica H. Sisilia selaku Direktur Komersial InJourney menjelaskan, ada lima bandara di Indonesia yang bakal super sibuk melayani penumpang dan lalu lintas pesawat selama libur Nataru ini.
"Prediksi kami Bandara Soekarno Hatta, Bali, Makasar, Medan dan Surabata akan hectic," ujarnya.
Prediksi ini juga ditunjang dari data Kemenhub, dimana pergerakan selama libur Nataru di 37 bandara di Indonesia akan tumbuh sebanyak 2,7 persen.
"Kami percaya IAS mampu dan sigap untuk mengatasi lonjakan penumpang ini. Tadi kami dengar sudah dipertebal personil, teknologi, hingga penambahan unit ground handling hingga penanganan di toilet-toilet bandara,"katanya.
InJourney Airports Prediksi 10 Juta Penumpang Bakal Padati 37 Bandara di Periode Nataru
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi, sebanyak 10 juta penumpang akan memadati 37 bandara yang dikelola di seluruh Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
"Pada periode Nataru di bandara-bandara InJourney Airports selama 21 hari ini, kami memperkirakan pergerakan penumpang mencapai sekitar 10 juta penumpang. Seluruh bandara siaga operasi 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai,” ungkap Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, pada Selasa (16/12/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, bandara-bandara di Indonesia telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta diperkuat dengan infrastruktur Teknologi Informasi (IT) yang modern.
Bagian dari sistem Airport Management tersebut antara lain:
- Airport Operation Control Center (AOCC): Ruang kontrol yang berfungsi memantau kondisi operasional bandara secara real-time.
- Management Operation based on Traffic (MOT): Sistem yang dapat memprediksi pergerakan atau kepadatan penumpang di terminal. Sistem ini juga memberikan rekomendasi optimalisasi fasilitas dan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik.
"Infrastruktur sisi udara, yakni runway, taxiway, apron, hingga sistem kelistrikan dan fasilitas drainase dipastikan dalam kondisi baik untuk melayani penerbangan,” tambah Mohammad R. Pahlevi.