Saham Superbank (SUPA) Langsung ARA, Melonjak 24,41% saat Perdagangan Perdana

Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) langsung auto reject atas (ARA) saat pencatatan perdana di BEI, Rabu (17/12/2025).

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 17 Desember 2025, 11:48 WIB
Pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Rabu, (17/12/2025). (Foto: BEI)

Liputan6.com, Jakarta - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (17/12/2025). Harga saham SUPA melonjak  dari harga perdana Rp 635 per saham.

Mengutip data RTI, saat perdagangan perdana, harga saham SUPA dibuka langsung naik 24,41% atau 155 ke posisi Rp 790 per saham. Harga saham SUPA tersebut langsung cetak auto reject atas (ARA). Pada awal sesi pagi, total frekuensi perdagangan 1.208 kali dengan volume perdagangan 20.369 saham. Nilai transaksi Rp 1,6 miliar pada pembukaan perdagangan saham.

Pada Rabu siang, total frekuensi perdagangan 5.190 kali dengan volume perdagangan saham 4.054.565 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 318,1 miliar.

Adapun ARA merupakan batas kenaikan maksimal harga saham dalam satu hari. BEI menerapkan sistem auto rejection simetris mulai 4 September 2023. Rentang harga saham Rp 50-Rp 200 per saham memiliki batas ARA 35%, Rp 200-Rp 5.000 per saham sebesar 25%, dan di atas Rp 5.000 per saham 20%.

IPO Superbank

Sebelumnya, PT Super Bank Indonesia Tbk menetapkan harga saham perdana Rp 635 per saham dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Sebelumnya pada masa penawaran awal, Perseroan menawarkan harga di kisaran Rp 525-Rp 695 per saham.

Mengutip laman e-ipo, Rabu, 10 Desember 2025, PT Super Bank Indonesia Tbk menawarkan 4,40 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Dengan demikian, perseroan akan meraup dana Rp 2,79 triliun dari IPO. Sebelumnya perseroan yang akan memakai kode saham SUPA ini akan memakai dana IPO sekitar 70% untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sisanya sekitar 30%, dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan.

Untuk melakukan penawaran saham perseroan, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai penjamin emisi efek yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

 

 

Babak Baru Superbank

Pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Rabu, (17/12/2025). (Foto: BEI)

“Pencatatan saham Superbank di IDX membuka babak baru dalam perjalanan kami. Dengan dukungan pemegang saham dan ekosistem digital yang kuat, kami semakin siap memperluas akses kredit, mempercepat inovasi produk, dan menghadirkan layanan finansial yang aman dan relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Modal yang diperoleh dari IPO ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang kami,” ujar Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan.

Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menandai fase baru bagi Superbank. Sejak awal pendiriannya, perseroan dibangun dengan keyakinan bahwa kekuatan ekosistem digital dapat menjadi motor utama dalam menyediakan layanan keuangan yang lebih inklusif. Dengan dukungan pemegang saham serta mitra ekosistem yang solid, Superbank berada pada posisi yang semakin kuat untuk memperluas penyaluran kredit, mempercepat pengembangan produk, serta menghadirkan layanan keuangan yang aman dan relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan prospektus, sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memperkuat penyaluran kredit ke segmen underbanked, baik ritel maupun UMKM, yang menjadi fokus utama pertumbuhan Superbank. Adapun sekitar 30% sisanya akan digunakan untuk belanja modal, mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, digital payment systems, infrastruktur teknologi informasi, penguatan sistem operasional, serta investasi jangka panjang pada teknologi AI, data analytics, dan cybersecurity.

Pertumbuhan Berbasis Ekosistem dan Inovasi Produk

Pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Rabu, (17/12/2025). (Foto: BEI)

Sejak bertransformasi menjadi bank dengan layanan digital, Superbank menitikberatkan strategi pada model bisnis digital-first dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem Grab dan OVO. Pendekatan ini bertujuan menjangkau jutaan masyarakat Indonesia melalui platform yang telah digunakan dan dipercaya sehari-hari.

Strategi tersebut dimulai pada 2024, ketika Superbank menjadi bank dengan layanan digital pertama di Indonesia yang memudahkan jutaan pengguna dan mitra Grab untuk membuka rekening, menabung, serta menggunakan rekening tersebut sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Inovasi berlanjut pada 2025 melalui peluncuran produk tabungan berbasis ekosistem, OVO Nabung by Superbank, yakni produk rek-wallet (rekening e-wallet) yang memungkinkan pengguna OVO menabung secara instan dan aman langsung dari aplikasi OVO dengan bunga 5% per tahun. Selain itu, Superbank juga menghadirkan Kartu Untung, produk tabungan berbasis gamifikasi hasil kolaborasi dengan KakaoBank.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya