Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 17 Desember 2025

Pencatatan saham perdana PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) akan menjadi salah satu sentimen penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, (17/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Desember 2025, 09:00 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Head of Equity Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang mencatatkan saham perdana pada perdagangan saham Rabu, (17/12/2025) akan berdampak terhadap pergerakan pasar.

"Melantainya emiten SUPA hari ini juga diperkirakan jadi sentimen yang akan ramaikan pergerakan pasar hari ini,” ujar dia dalam catatannya.

Liza menuturkan, pelaku pasar dapat memantau momentum seputar sektor perbankan dan keuangan sebagai salah satu faktor penggerak indeks pada Rabu, 17 Desember 2025.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 8.620-8.720.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Liza memilih saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Berikut rekomendasi teknikal untuk rekomendasi saham hari ini:

1.PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

Entry Buy          : 1.055 – 1.090

Target Price      : 1.135 – 1.180

Support            : 1.035 – 1.055

Cut loss : 1.025

 

2.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Entry Buy          : 950 – 985

Target Price      : 1.025 – 1.065

Support            : 935 – 950

Cut loss : 925

 

3.PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Entry Buy          : 428 – 442

Target Price      : 460 – 478

Support            : 420 – 428

Cut loss : 416

 

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Entry Buy          : 2.620 – 2.710

Target Price      : 2.820 – 2.930

Support            : 2.570 – 2.620

Cut loss : 2.550

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 16 Desember 2025

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (16/12/2025). Kenaikan IHSG hari ini di tengah transaksi harian saham sentuh Rp 29,6 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,43% ke posisi 8.686,46. Indeks saham LQ45 menguat 0,17% ke posisi 854,33. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.700,86 dan level terendah 8.611,34. Sebanyak 355 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Namun, 296 saham melemah sehingga bebani IHSG. 146 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.746.132 kali dengan volume perdagangan saham 49,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,6 triliun.

Transaksi harian saham besar itu seiring transaksi saham CBDK di pasar negosiasi mencapai Rp 5 triliun dan PANI sebesar Rp 1 triliun di pasar negosiasi. Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.674.

 

Sektor Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham consumer siklikal turun 0,06%, sektor saham kesehatan melemah 0,15% dan sektor saham keuangan merosot 0,10%.

Selain itu, sektor saham teknologi menguat 3,16%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 1,37%, sektor saham basic menanjak 0,05%, sektor saham industri bertambah 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal melejit 0,34%.

Selain itu, sektor saham properti mendaki 0,54%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,84% dan sektor saham transportasi menguat 0,59%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya