Bitcoin Rebound, Tapi Analis Prediksi Harga Bisa Tergelincir ke Bawah USD 80.000

Meski rebound, Bitcoin dinilai masih rentan tekanan seiring sentimen pasar global yang belum stabil.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Desember 2025, 10:00 WIB
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin menunjukkan pemulihan terbatas setelah sempat menyentuh level terendahnya pada awal pekan ini. Meski demikian, para analis menilai volatilitas pasar kripto masih tinggi dan membuka peluang koreksi lanjutan, termasuk potensi penurunan harga ke bawah USD 80.000.

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (17/12/2025), pergerakan harga Bitcoin saat ini berada dalam rentang yang cukup lebar. Setelah bangkit dari tekanan, aset kripto terbesar di dunia tersebut diperdagangkan di kisaran USD 83.800 hingga USD 90.332.

Fluktuasi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berubah-ubah, seiring investor merespons berbagai faktor global dan makroekonomi.

Sejumlah analis menilai, meskipun terjadi pemulihan, tekanan jual di pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya mereda. Aksi jual di pasar keuangan global disebut turut memengaruhi pergerakan Bitcoin, mengingat aset kripto kini semakin sensitif terhadap kondisi ekonomi makro dan kebijakan moneter.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Picu Spekulasi Lanjutan

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Di kalangan pelaku pasar, pergerakan harga terbaru Bitcoin memicu spekulasi lanjutan. Banyak trader memilih bersikap waspada sambil mencermati arah pergerakan selanjutnya. Ketidakpastian masih mendominasi, meskipun sebagian pelaku industri menilai volatilitas merupakan karakter yang melekat pada Bitcoin.

Analis juga mengacu pada data historis untuk memproyeksikan pergerakan harga ke depan. Dalam beberapa periode sebelumnya, Bitcoin tercatat pernah mengalami koreksi tajam sebelum akhirnya kembali pulih. Pola serupa dinilai berpotensi terulang dalam kondisi pasar saat ini.

Berdasarkan analisis historis tersebut, sejumlah pengamat dari KanalCoin menilai Bitcoin masih memiliki peluang untuk turun menembus USD 80.000 sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

Proyeksi ini sekaligus menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase volatil, sehingga investor diimbau tetap mencermati risiko dan pergerakan pasar secara cermat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya