Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan akhirnya kembali berdiri sendirian di puncak klasemen Serie A. Untuk pertama kalinya sejak April 2025, Nerazzurri memimpin persaingan Scudetto dengan keunggulan tipis namun signifikan.
Kebangkitan Inter tidak terjadi secara instan. Tiga kemenangan beruntun menjadi fondasi utama, sekaligus momentum penting di tengah ketatnya persaingan papan atas.
Advertisement
Di saat Inter tampil efisien, para rival justru terpeleset. Napoli dan AC Milan gagal memetik hasil maksimal pada pekan yang sama, membuka jalan bagi Nerazzurri untuk melesat.
Kombinasi performa konsisten dan hasil buruk pesaing membuat posisi Inter kali ini terasa berbeda. Puncak klasemen kembali berada dalam genggaman mereka.
Tiga Kemenangan yang Mengubah Peta Persaingan
Inter Milan membangun momentum lewat kemenangan beruntun atas Genoa, Como, dan Pisa. Skor 2-1 di Genoa menjadi titik awal sebelum pesta gol 4-0 atas Como dan kemenangan solid 2-0 atas Pisa.
Rangkaian hasil tersebut menghadirkan sembilan poin krusial. Inter tampil efektif, menjaga keseimbangan lini, dan memaksimalkan peluang di fase krusial musim.
Inter Milan meraih poin penuh, ketika tim-tim rival mereka di papan atas justru terpeleset.
Rival Tergelincir, Inter Melaju
Pada pekan ke-15 Serie A, Napoli takluk 0-1 dari Udinese. AC Milan juga gagal menang setelah ditahan Sassuolo 2-2 di kandang sendiri.
AS Roma, yang sempat bersaing di puncak klasemen, juga meraih hasil minor pada laga pekan ke-14 dan 13. Roma kalah dua laga secara beruntun.
Hasil itu membuat Inter melompat ke posisi teratas dengan keunggulan satu poin. Ini menjadi kali pertama sejak pertengahan April 2025 Inter memimpin klasemen sendirian, setelah sempat kehilangan kendali pada fase penentuan musim lalu.
Statistik Tak Lazim, Efektivitas Jadi Kunci
Menariknya, posisi puncak ini diraih Inter meski telah menelan empat kekalahan dari 12 laga awal. Situasi tersebut tergolong tidak lazim untuk pemimpin klasemen Serie A.
Namun, Inter unggul dalam jumlah kemenangan. Tim asuhan Cristian Chivu mencatatkan 11 kemenangan tanpa satu pun hasil imbang, mengungguli Milan dan Napoli dalam efektivitas meraih poin penuh.
Musim lalu, Inter sempat memimpin hingga pekan ke-32 sebelum terpeleset. Kekalahan dari Bologna dan Roma membuka jalan bagi Napoli untuk menyalip dan akhirnya juara.
Sumber: Football Italia