BUVA Perluas Landbank Premium Lewat Akuisisi Strategis BKPP

Akuisisi Bukit Permai merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) di kawasan premium Uluwatu.

oleh Septian DenyDiterbitkan 16 Desember 2025, 17:45 WIB
IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan langkah penguatan fundamental bisnis dan ekspansi terukur di segmen hospitality dan real estat premium melalui realisasi akuisisi 99,99% saham PT Bukit Permai Properti (Bukit Permai).

Direktur Utama PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, Satrio, menyampaikan bahwa akuisisi Bukit Permai merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Perseroan di kawasan premium Uluwatu.

“Akuisisi Bukit Permai merupakan bagian dari strategi jangka panjang BUVA untuk memperluas landbank di Uluwatu. Kedekatan lokasi Bukit Permai dengan properti Perseroan membuka peluang pengembangan kawasan yang terintegrasi dan bernilai tinggi,” ujar Satrio.

Lebih lanjut, Satrio menegaskan bahwa realisasi akuisisi ini dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi jangka panjang.“Kami memastikan setiap aksi korporasi dijalankan secara berkelanjutan, sehingga mampu mendukung penguatan struktur aset dan kesiapan pengembangan BUVA ke depan,” kata Satrio.

PT Bukit Permai Properti merupakan perusahaan pemilik lahan strategis seluas sekitar 19 hektare yang berlokasi berdampingan dengan Alila Villas Uluwatu, salah satu properti unggulan BUVA.

Dengan akuisisi ini, Perseroan memperoleh fleksibilitas yang lebih besar dalam perencanaan pengembangan kawasan, baik dari sisi operasional, pemasaran, maupun optimalisasi aset.

Manajemen menilai langkah akuisisi Bukit Permai akan memberikan potensi sinergi signifikan dengan portofolio hospitality BUVA yang telah ada, sekaligus memperkuat keberlanjutan pengembangan usaha di kawasan premium Bali. Pengembangan lanjutan di lahan tersebut dirancang untuk melengkapi dan meningkatkan nilai kawasan secara keseluruhan.

Bukit Uluwatu Villa Bakal Right Issue, Terbitkan 4,8 Miliar Saham

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan dan properti, mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. 

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/7/20250), manajemen BUVA menyampaikan Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,8 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah tersebut setara dengan maksimum 23,31% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

“PMHMETD ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, memberikan tambahan dana bagi pengembangan usaha, belanja modal, serta pelunasan kewajiban Perseroan dan/atau entitas anak,” tulis manajemen BUVA dalam keterbukaan informasi.

Manajemen juga menjelaskan bahwa apabila pemegang saham tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru, maka akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal sebesar 18,90%.

Sementara itu, dana hasil rights issue akan digunakan seluruhnya setelah dikurangi biaya emisi, dan rincian final penggunaannya akan diumumkan lebih lanjut dalam prospektus resmi yang disediakan kepada pemegang saham pada waktunya.

 

 

Pelaksanaan PMHMETD

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan menekankan bahwa seluruh pelaksanaan PMHMETD akan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Bila transaksi yang dilakukan masuk dalam kategori material, afiliasi, atau mengandung potensi benturan kepentingan, maka Perseroan siap untuk mematuhi ketentuan hukum yang relevan.

RUPSLB yang akan digelar pada 22 Juli 2025 menjadi momentum penting bagi BUVA untuk mendapat lampu hijau dari pemegang saham atas rencana korporasi strategis ini.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya