Stok BBM untuk Nataru Dipastikan Aman di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera

Bahlil menyebut saat ini ketahanan stok BBM RON 90 bersubsidi mencapai 18 hari ke depan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 16 Desember 2025, 07:59 WIB
Pertamina telah menyalurkan LPG melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh dengan total pengiriman mencapai 990 metrik ton LPG. Dok Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) tercukupi, meski saat ini Indonesia tengah memasuki masa pemulihan pascabencana.

Hal tersebut dilaporkan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

"Untuk Nataru, Insya Allah aman sekali pun kita mengalami bencana," kata Bahlil.

Dia menyampaikan ketahanan stok BBM RON 90 bersubsidi mencapai 18 hari. Sementara itu, BBM RON 92 dan RON 95 masing-masing memiliki proyeksi ketahanan stok selama 22 hari dan 28 hari.

Untuk ketahanan stok Solar nasional berada di kisaran 15–17 hari. Sedangkan, pasokan elpiji diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 14 hari.

"Jadi, ini semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional," ujar Bahlil.

 

Konsumsi Bensin Diproyeksi Naik 7,2 Persen Saat Libur Nataru

SPBU di Medan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memastikan pendistribusian BBM di wilayah Medan dan sekitarnya berjalan lancar. Dok Pertamina.

Sebelumnya, Kementerian ESDM melalui Posko Nataru sektor ESDM memproyeksikan kenaikan konsumsi bensin sebesar 7,2 persen dibandingkan rata-rata realisasi normal pada periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko Nataru ESDM juga memperkirakan peningkatan konsumsi elpiji sebesar 5,2 persen dibandingkan rata-rata permintaan normal.

Sebagai langkah antisipasi, PT Pertamina (Persero) telah menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta 27 depot pengisian pesawat udara (DPPU). Selain itu, Pertamina juga menyiapkan fasilitas tambahan di titik-titik yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya