Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (16/12/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.464-8.560. Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah tipis 0,13% ke posisi 8.649 disertai dengan tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 15 Desember 2025.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sedang berada pada akhir wave [iii] dari wavr 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan koreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya.
“Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” ujar dia dalam catatannya.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.553,8.493 dan level resistance 8.714,8.821 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 8.620-8.720 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness
Saham AADI menguat 0,70% ke 7.175 dan didominasi oleh volume pembelian. “Saat ini, kami memperkirakan posisi AADI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 6.700-6.900
Target Price: 7.550, 7.825
Stoploss: below 6.650
2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Spec Buy
Saham BRPT terkoreksi 2,96% ke 3.600 dan disertai dengan tingginya tekanan jual.
“Selama BRPT masih mampu berada di atas 3.380 sebagai stoplossnya, posisi BRPT saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata dia.
Spec Buy: 3.500-3.590
Target Price: 4.000, 4.290
Stoploss: below 3.380
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Indosat Tbk (ISAT) - Buy on Weakness
Saham ISAT menguat 0,42% ke 2.370 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi ISAT saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” ujar dia.
Buy on Weakness: 2.180-2.320
Target Price: 2.550, 2.720
Stoploss: below 2.130
4.PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) - Buy on Weakness
Saham SIDO menguat 3,77% ke 550 dan disertai dengan adanya peningkatan volume beli, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami perkirakan, posisi SIDO saat ini berada di awal wave [v] dari wave 1 dari wave (C),” kata dia.
Buy on Weakness: 530-545
Target Price: 565, 590
Stoploss: below 525
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi
Penutupan IHSG pada 15 Desember 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (15/12/2025). IHSG hari ini turun tipis di tengah transaksi harian saham Rp 33,5 triliun dan sektor saham energi pimpin koreksi.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,13% ke posisi 8.649,66. Indeks saham LQ45 menguat 0,53% ke posisi 852,86. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Sementara itu, 340 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 132 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.595.182 kali dengan volume perdagangan saham 58,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.652.
Dari 11 sektor saham, enam sektor saham memerah. Sektor saham energi terpangkas 3,45%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur susut 1,94%, dan sektor saham basic melemah 1,4%. Lalu sektor saham teknologi melemah 0,94%, sektor saham properti merosot 0,71%. Kemudian sektor saham transportasi susut 0,01%.
Selain itu, sektor saham kesehatan menguat 3,5%, dan bukukan kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 2,2%. Sektor saham consumer siklikal naik 0,10%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,50%, sektor saham industri menanjak 0,36%