Liputan6.com, Jakarta - Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigadir Jenderal (Brigjen) M Arief Hidayat meluruskan kabar yang menyebut bahwa tenda BNPB baru dipasang menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang.
Menurutnya, informasi tersebut kurang tepat dan perlu dijelaskan agar publik memahami situasi lapangan dengan benar.
Advertisement
"Wilayah Aceh Tamiang, termasuk Desa Sukajadi di Kecamatan Karang Baru, merupakan salah satu daerah yang terdampak paling berat akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh. Selama beberapa hari, wilayah ini terisolasi total karena akses jalan tertutup banjir dan lumpur," ujar Arief, melalui keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).
"Tenda BNPB dipasang segera setelah akses jalan ke Aceh Tamiang berhasil dibuka oleh petugas. Bukan karena rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto," sambung dia.
Arief menjelaskan, selama jalur menuju Aceh Tamiang belum dapat dilewati, mobil logistik, tenda, dan peralatan darurat lainnya tidak bisa masuk. Begitu akses darat dibuka, kata dia, tim BNPB langsung bergerak dalam hitungan jam untuk mendirikan tenda dan memperluas layanan bagi warga.
"Kedekatan waktunya dengan agenda Presiden membuat seolah-olah terkait, padahal tidak demikian. BNPB bergerak sesuai kondisi teknis dan prinsip kedaruratan, bukan berdasarkan acara siapa pun," terang dia.
Kondisi di Aceh Tamiang, BNPB Terus Perkuat Layanan Pengungsian
Pada Kamis, 11 Desember 2025, terpantau banjir di Desa Sukajadi sudah surut, namun lapisan lumpur tebal masih menutupi permukiman. Situasi ini membuat mobilisasi peralatan tambahan juga dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Landasan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, menuju Karang Baru menggunakan helikopter pada pukul 09.15 WIB. Pada Jumat 12 Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi terdampak serta bertemu para pengungsi.
Presiden Prabowo, yang mengenakan baju safari krem dan topi biru, mengunjungi posko kesehatan di sekitar pengungsian. Dalam momen yang menyentuh, ia terlihat bersimpuh untuk menyamakan tinggi badan dengan anak-anak yang duduk di barisan depan, kemudian menyalami dan mengusap kepala mereka. Gestur itu menggambarkan empati kepala negara terhadap masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana.
Arief menambahkan, sejak akses terbuka, kebutuhan dasar warga seperti makanan telah tersedia lebih baik, sementara pasokan air bersih terus ditingkatkan bersama pemerintah daerah dan TNI/Polri.
"Karena banyak titik pengungsian masih sulit dijangkau, proses distribusi bantuan dilakukan bertahap. BNPB berterima kasih atas masukan warga dan terus memperbaiki layanan, termasuk penyediaan air bersih," kata dia.
Ia kembali menegaskan bahwa pemasangan tenda oleh BNPB murni berdasarkan kebutuhan darurat dan kesiapan jalur logistik di lapangan.
"Begitu jalan terbuka, tim masuk. Prioritas kami sederhana: keselamatan dan kenyamanan warga terdampak," tutup Arief.
Prabowo Cek Gelondongan Kayu di Aceh Tamiang yang Terbawa Saat Banjir
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melihat langsung gelondongan kayu yang terbawa saat banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Hal ini dilakukan Prabowo saat meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025).
Prabowo tampak didampingi Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, saat berjalan ke sebuah jembatan dan mengecek gelondongan kayu itu. Prabowo sempat berhenti sejenak untuk melihat dengan serius hamparan tumpukan kayu tersebut.
Keduanya berbincang dan beberapa kali Prabowo meminta penjelasan mengenai apa yang dia lihat. Setelah itu, Prabowo menemui korban terdampak banjir di posko pengungsian.
Jaga Lingkungan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban terdampak bencana banjir di posko pengungsian Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Prabowo mengingatkan semua pihak untuk menjaga lingkungan dan tidak menebang pohon sembarangan.
"Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan," kata Prabowo di hadapan para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dia memerintahkan pemerintah daerah untuk lebih mengawasi penebangan pohon sembarangan. Prabowo menekankan pentingnya menjaga alam serta lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor.
"Saya minta pemerintah daerah lebih waspada lebih awasi, kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Prabowo memahami bahwa kondisi saat ini sangat sulit. Namun, dia memastikan pemerintah terus bekerja keras agar masyarakat terdampak bencana dapat hidup normal kembali.
"Kita atasi bersama. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," tutur Prabowo.