Turun ke Seblat Bengkulu, Menhut Raja Juli Pastikan Restorasi Konservasi Gajah Dimulai

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecek langsung kondisi Bentang Seblat, Bengkulu.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 14 Desember 2025, 16:00 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecek langsung kondisi Bentang Seblat, Bengkulu. (Tim Humas Kemenhut)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecek langsung kondisi Bentang Seblat, Bengkulu.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu–Lampung, Himawan Sasongko, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni merupakan satu-satunya menteri yang turun langsung ke Bentang Seblat.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak menteri kehutanan republik indonesia, bapak raja juli antoni yang sudah berkenan berkunjung ke PLG Seblat. Beliau adalah menteri kehutanan yang pertama kali mengunjungi PLG Seblat," ujar Himawan seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (14/12/2025).

Himawan menjelaskan, dalam kunjungannya, Menhut Raja Juli memeriksa langsung Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat 11 Desember 2025, di mana, PLG Seblat merupakan salah satu kantong Gajah Sumatera di Bengkulu.

Selain itu, dia juga mendengarkan secara langsung masukan yang diberikan oleh 14 orang mahout dan 4 dokter hewan di Seblat.

"Kehadiran seorang menteri di kawasan konservasi tersebut merupakan sejarah baru bagi pengelolaan habitat gajah di Bengkulu. Kunjungan Menhut memberikan energi baru bagi para petugas BKSDA dalam merawat gajah jinak yang berada di PLG Seblat," ungkap Himawan.

Himawan memastikan, dulungan Menhut Raja menjadi bekal bagi dirinya dan tim agar bekerja lebih bagus lagi, merawat dan memelihara gajah jinak di PLG Seblat.

"Semoga (gajah) tetap bisa lestari dan menjadi satu kesatuan dengan Landscape Seblat yang ada di sebelah utara PLG Seblat," harap Himawan.

 

Giat Operasi Bentang Seblat

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecek langsung kondisi Bentang Seblat, Bengkulu. (Tim Humas Kemenhut)

Sebagai informasi, Menhut Raja melanjutkan kegiatan berikutnya dengan melihat progres giat operasi bentang Seblat yang dilakukan untuk penyelamatan koridor Gajah Sumatera.

Diketahui satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menguasai kembali ± 7.790 Ha dari total luasan area perambahan ± 8.500 Ha.

Tim Operasi Gabungan Merah Putih juga telah memusnahkan Sawit ± 17.200 batang, merobohkan 113 unit pondok, menghancurkan 6 jembatan akses, hingga memasang 80 plang besi larangan. Sebanyak 2 alat berat diamankan ke Pos Gakkumhut Bengkulu, 12 orang pelaku diamankan dan 3 orang ditahan.

Diketahui, Menhut Raja juga memfokuskan penyelamatan habitat Gajah Sumatera. Nantinya, Koridor Gajah Sumatera akan menghubungkan kantong-kantong Gajah untuk memperluas pergerakan satwa dan menyelamatkan populasi Gajah. Restorasi konservasi Gajah atau koridor Gajah ini segera dimulai pada Januari 2026.

Infografis Akhir Tragis Anak Gajah Usai Belalai Nyaris Putus Terkena Jerat. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya