Perubahan Arah Taktik Juventus dan Nasib sang Kapten

Nasib kapten Juventus Manuel Locatelli di bawah Luciano Spalletti dipertanyakan, dengan ancaman tersisih hingga peluang dijual Januari.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 13 Desember 2025, 17:18 WIB
Manuel Locatelli dari Juventus merayakan gol bersama suporter di laga Serie A antara Venezia dan Juventus di Pier Luigi Penzo, 25 Mei 2025. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib kapten Juventus, Manuel Locatelli, memasuki fase krusial seiring perubahan arah taktik di dalam klub. Statusnya yang mapan tidak lagi menjadi jaminan ketika tuntutan permainan semakin ketat dan spesifik.

Keputusan Luciano Spalletti di masa lalu kembali menjadi bahan pembicaraan setelah Locatelli gagal menembus skuad Italia untuk Euro 2024. Juventus kini harus memilih antara mempertahankan figur sentral atau menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelatih.

Situasi ini tidak berdiri sendiri karena berkaitan langsung dengan filosofi permainan yang diterapkan Spalletti. Bagi Juventus, persoalan ini bukan sekadar soal individu, tetapi juga arah pembangunan tim ke depan.

Pemicu cerita ini bermula dari pilihan Spalletti yang lebih memercayai Nicolo Fagioli ketimbang Locatelli di level Timnas Italia. Keputusan tersebut mengejutkan publik, tetapi Spalletti menyampaikan alasannya secara langsung kepada sang gelandang.

Locatelli tetap menjadi figur penting di Juventus meski pintu timnas tertutup sementara. Akan tetapi, kesempatan bekerja kembali di bawah Spalletti di level klub justru membuka ruang evaluasi yang lebih keras.


Perubahan Zaman dan Tuntutan Baru di Lini Tengah Juventus

Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, berjibaku melawan gelandang Juventus, Manuel Locatelli, pada pertandingan Liga Italia 2025/2026 di The Allianz Stadium, Turin, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Marco Bertorello)

Spalletti menilai gaya bermain Locatelli terlalu aman dalam menguasai bola. Penilaian itu berkaitan dengan kecenderungannya memilih opsi paling sederhana dalam distribusi dan pengambilan keputusan.

Karakter tersebut dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan permainan berintensitas tinggi yang diinginkan sang pelatih. Namun, gaya bermain Locatelli sejauh ini tidak mengalami perubahan signifikan.

Di Juventus, tuntutan tersebut menjadi semakin nyata karena lini tengah dituntut lebih agresif dan kreatif. Pemain yang tidak mampu mengikuti irama ini berisiko kehilangan peran utama dalam skema tim.

Kekhawatiran mulai muncul di internal klub terkait posisi Locatelli dalam rencana jangka menengah. Juventus memahami bahwa perubahan taktik membutuhkan penyesuaian personel, bukan sekadar instruksi di atas lapangan.

Laporan Calciomercato mengatakan bahwa performa Locatelli belum meyakinkan Spalletti. Penilaian itu berangkat dari anggapan bahwa intensitas dan imajinasi permainan masih belum sesuai harapan.

Konsekuensinya, peluang sang kapten untuk terpinggirkan di Allianz Stadium menjadi semakin terbuka. Situasi ini menciptakan tekanan baru bagi pemain yang selama ini identik dengan stabilitas.

Isu yang lebih besar muncul ketika kemungkinan penjualan mulai dibicarakan. Juventus dikabarkan tidak menutup opsi melepas Locatelli pada bursa transfer Januari.

Langkah tersebut bertujuan membuka ruang bagi gelandang yang lebih cocok dengan gaya Spalletti. Namun, keputusan ini akan menjadi perubahan besar mengingat peran sentral Locatelli selama beberapa musim terakhir.

Bagi Locatelli, kondisi ini menjadi ujian kepemimpinan sekaligus adaptasi. Masa depannya di Juventus kini sangat bergantung pada kemampuannya menjawab tuntutan sepak bola modern yang semakin dinamis.

Sumber: calciomercato, juvefc


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya