Prabowo Ungkap Kendala Pemulihan Listrik di Daerah Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemulihan jaringan listrik di daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera terkendala kondisi fisik dan alam.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 13 Desember 2025, 15:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Aceh rampung dalam waktu satu minggu. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemulihan jaringan listrik di daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera terkendala kondisi fisik dan alam. Hal ini membuat pemulihan listrik di daerah terdampak bencana belum merata.

"Ya pasti masalah listrik ya ada. Tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi," kata Prabowo di Medan, usai meninjau lokasi terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).

Dia menyampaikan sebagian wilayah masih terendam banjir sehingga akses untuk kabel-kabel menjadi tidak dapat ditembus. Namun, Prabowo menargetkan masalah tersebut selesai dalam sepekan sehingga listrik bisa kembali normal dan pulih.

"Menara-menara itu sangat berat, kemudian ada kendala-kendala sebagian masih banjir sehingga kabel-kabel tidak bisa tembus. Tapi Insya Allah kita harapkan ya mungkin 1 minggu mudah-mudahan ya," jelasnya.

Prabowo menuturkan penanganan dan pemulihan bencana tak dapat selesai dalam waktu singkat. Kendati begitu, dia memastikan pemerintah terus bekerja keras menangani bencana sehingga masyarakat dapat hidup normal kembali.

"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap. Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua bekerja keras," tutur Prabowo.

Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Intens Kunjungi Korban Banjir di Sumatra

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat meninjau warga korban banjir Sumatera. (Istimewa)

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto rutin mengunjungi wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Prabowo tercatat telah tiga kali mendatangi Provinsi Aceh untuk meninjau sejumlah kabupaten/kota yang dilanda banjir sebelum melanjutkan kunjungan ke Sumatera Utara.

Pada Jumat (12/12/2025), Prabowo mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah usai kembali dari kunjungan luar negeri. Keesokan harinya, Sabtu (13/12/2025), ia meninjau Kecamatan Tanjung Pura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Hari ini adalah hari kedua Bapak Presiden berada di daerah Sumatera Utara. Kemarin beliau mengunjungi Aceh, ke daerah Aceh Tamiang, kemudian Takengon, kemudian Kabupaten Bener Meriah. Hari ini, Beliau berkunjung ke Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Jadi ini adalah kunjungan kesekian kalinya bagi Bapak Presiden,” kata Prasetyo di Langkat dalam video keterangan pers, Sabtu (13/12/2025).

Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak bencana serta memastikan proses penanganan berlangsung cepat dan tepat.

"Untuk memastikan Beliau memberikan support, memberikan dorongan moril kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana dan sekaligus memastikan penanganan, proses untuk dipercepat,” ujarnya.

Prabowo Pastikan Pemerinta Kerja Keras Bantun Korban

Sebelumnya saat bertemu pengungsi di Posko SMP 2 Wih Pesam, Bener Meriah, Prabowo memastikan pemerintah akan bekerja keras membantu pemulihan pascabanjir, termasuk penyediaan hunian tetap bagi warga yang rumahnya hilang atau rusak parah. Namun ia mengingatkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu.

"Tapi tentunya kita butuh kesabaran dari Bapak/Ibu sekalian. Karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua. Saya minta maaf, Presiden RI tidak punya tongkat Nabi Musa, tidak punya,” kata Prabowo, Jumat (12/12/2025).

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.

“Kita akan bekerja keras untuk saudara-saudara sekalian,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah, TNI, Polri, serta para menteri Kabinet Merah Putih yang bekerja di lapangan.

"Saya terima kasih Pak Bupati, Wakil Bupati, semua kepala dinas di provinsi. Terima kasih Pak Gubernur dan semua jajarannya bekerja terus. Saya terima kasih Panglima TNI, Kapolri, pasukannya turun semua. Menteri-menteri turun semua,” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat terdampak banjir Sumatera berjuang sendirian. Ia menyebut dirinya langsung terbang ke Aceh sesaat setelah mendarat di Kualanamu pukul 03.00 WIB usai perjalanan dari Pakistan dan Rusia.

"Saya baru tiba di Tanah Air tadi pagi dini hari jam 3 pagi, saya mendarat di Kualanamu, habis itu langsung terbang ke (Aceh) Tamiang. Jadi terus saya monitor, akan saya perhatikan semuanya,” pungkasnya.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya