Indonesia Jadi Rebutan Exchange Kripto Global pada 2026

Tokocrypto menilai masuknya pemain global kini berdampak langsung terhadap pola persaingan di industri kripto.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 13 Desember 2025, 12:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Industri aset kripto Indonesia tengah memasuki fase baru seiring semakin banyaknya platform dagang global atau exchange kripto global yang menyatakan minat untuk berekspansi ke pasar domestik pada 2026. Fenomena ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan kripto terbesar di kawasan, sekaligus menggambarkan perubahan besar dalam peta persaingan industri.

Daya tarik tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah investor serta kontribusi aset digital terhadap ekonomi digital nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Oktober 2025 jumlah pengguna aset kripto mencapai 19,08 juta investor, naik 2,5% dari September 2025 yang berjumlah 18,61 juta investor. Pertumbuhan ini terjadi meski nilai transaksi bulanan masih mengalami naik turun.

OJK juga melaporkan nilai transaksi kripto pada November 2025 mencapai Rp 37,2 triliun, sementara total transaksi sepanjang 2025 (year to date) tercatat Rp446,77 triliun. Data tersebut memperlihatkan bahwa minat publik terhadap aset digital tetap terjaga meskipun pasar global berfluktuasi.

Dari sisi penerimaan negara, kontribusi ekonomi digital makin terlihat. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat total penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp 43,75 triliun hingga 31 Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, pajak kripto menyumbang Rp 1,76 triliun, meningkat dari posisi September 2025 sebesar Rp 1,71 triliun. Kenaikan yang konsisten ini menunjukkan perkembangan sejak pajak kripto mulai diberlakukan pada 2022.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai meningkatnya minat pemain global masuk ke Indonesia didorong oleh besarnya basis investor, regulasi yang semakin solid, dan kontribusi aset kripto terhadap perekonomian lokal.

"Masuknya exchange global dengan dukungan modal besar menunjukkan bahwa Indonesia kini dipandang sebagai pasar strategis di tingkat global. Ini menjadi sinyal positif bahwa ekosistem kripto nasional semakin matang dan dipercaya,” ujar Calvin dalam keterangan resmi, Sabtu (13/12/2025).

Kondisi Pasar Kripto Telah Berubah

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Calvin menyebut kondisi pasar saat ini telah berubah jauh dibandingkan beberapa tahun lalu ketika pemain global pertama kali hadir di Indonesia. 

“Ketika kondisi pasar Indonesia masih berada pada fase sangat early. Regulasi belum sejelas sekarang dan tingkat literasi pengguna juga masih berkembang. Kehadiran pemain global saat itu membantu membangun kepercayaan, likuiditas, dan standar industri,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan, dengan regulasi yang lebih kokoh dan investor yang makin berpengalaman, masuknya pemain global kini memiliki dampak langsung pada pola persaingan. 

“Hari ini, masuknya exchange asing tidak lagi sekadar memperluas pasar, tetapi langsung mempengaruhi dinamika kompetisi, mulai dari pricing, likuiditas, teknologi, hingga kecepatan inovasi. Meski demikian, ini tetap positif bagi ekosistem secara keseluruhan,” Calvin menambahkan.

Ekspansi Pemain Global

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Tokocrypto memastikan rencana ekspansi pemain global telah dimasukkan ke dalam strategi perusahaan. 

“Masuknya exchange global ke Indonesia sudah kami mapping sejak lama dan menjadi bagian dari strategi utama kami menuju 2026. Fokus kami tetap pada tiga pilar utama: kepatuhan regulasi, penguatan produk berbasis kebutuhan lokal, dan pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan,” ujar Calvin.

Untuk itu, Tokocrypto akan meningkatkan pengembangan fitur, token, serta kolaborasi dengan berbagai mitra lokal di ekosistem Web3 maupun Web2, termasuk perbankan, e-commerce, hingga sektor kuliner.

“Kami tidak hanya ingin kuat dari sisi trading, tetapi juga dari edukasi, kemudahan onboarding, integrasi Web3, dan pengalaman pengguna yang relevan dengan pasar Indonesia. Dari sisi akuisisi pengguna, kami memilih pertumbuhan yang sehat dan jangka panjang,” tegasnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya