Bibit Siklon Tropis 91S Mengintai: Hujan Lebat Ancam Sumbar, Sumut, dan Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia sebelah Barat Provinsi Lampung. Hasil analisis BMKG, 91S berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumatera.

oleh Tim NewsDiterbitkan 11 Desember 2025, 23:28 WIB
Gambar satelit menunjukkan sekelompok besar hujan dan badai di dekat Filipina pada Selasa sore, waktu setempat. (Badan Meteorologi Jepang / Himawari 8)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia sebelah Barat Provinsi Lampung. Hasil analisis BMKG, 91S berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumatera.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat agar tetap tenang tetapi waspada. Dinamika atmosfer aktif saat ini mempengaruhi intensitas hujan di wilayah Sumatera, dan Bibit Siklon 91S berpotensi memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.

“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” kata Faisal melalui siaran pers, Kamis (11/12/2025).

BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 91S sejak 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB melalui pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Sejak awal pembentukan, BMKG melakukan monitoring intensif 24 jam untuk mengamati pergerakan, intensitas, dan potensi dampaknya.

BMKG menegaskan potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dan memasuki wilayah daratan, seperti halnya Siklon Tropis Senyar, berada dalam kategori rendah. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang, tidak panik, dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG secara real-time.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, berdasarkan analisis terkini, pergerakan 91S diprakirakan cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai 11 Desember 2025 siang atau sore hari. Selanjutnya, sistem diperkirakan mulai menunjukkan pola pegerakan yang konsisten ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025.

“BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” kata Guswanto.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengimbau masyarakat terutama di wilayah pesisir barat-selatan Sumatra hingga wilayah Banten, untuk mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Untuk sektor pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diimbau untuk menyesuaikan kegiatan operasionalnya berdasarkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku.

Pun, pemerintah daerah melalui BPBD diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lainnya. Kolaborasi lintas sektoral yang solid, adalah kunci utama untuk menciptakan keharmonisan antara sistem peringatan dini (early warning) dan tindakan dini (early action).

“Sinergi ini memastikan informasi ancaman diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara efektif oleh semua pihak, sehingga mampu memitigasi risiko dan mencapai keselamatan masyarakat secara maksimal,” ujar Andri.

Warga Sumbar Diminta Waspada

Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman mengingatkan masyarakat di Sumbar untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem imbas bibit siklon itu pada 11 hingga 13 Desember 2025.

"BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumbar pada periode itu," Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan.

Desindra mengatakan, anomali suhu muka laut yang bernilai positif mengindikasikan suplai uap air dan kelembapan relatif yang tinggi di pesisir barat Sumbar sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Terkait wilayah terdampak, dia menyampaikan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

"Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak banjir, banjir bandang dan longsor bergantung pada tingkat kerawanan masing-masing wilayah," ujar dia.

Pemprov Lampung Siaga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menginstruksikan 15 kabupaten dan kota di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi pergerakan Siklon Tropis 91S yang saat ini berada di Samudera Hindia sebelah barat Provinsi Lampung.

"Kami sudah melakukan rapat dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menanggapi arahan dari BNPB, Basarnas dan BMKG terkait siklon yang bergerak ke arah Lampung dan Bengkulu hari ini," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung.

Dia mengatakan meski siklon tersebut sudah mulai bergerak menjauh namun pemerintah daerah tetap siap siaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Kita harus siap siaga karena dalam pekan ini ada hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sehingga harus bisa diantisipasi sejak dini," katanya.

Dia menjelaskan Gubernur Lampung pun telah mengeluarkan instruksi bagi bupati dan walikota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.

"Bupati dan jajarannya khususnya di Lampung Selatan, Pesisir Barat, Lampung Barat dan Tanggamus, untuk bisa siap siaga dalam menghadapi siklon yang mulai mendekat," ucap dia.

Dia pun mengimbau bagi masyarakat serta wisatawan dapat meningkatkan kewaspadaan, dan bagi penerbangan Krui-Bandarlampung agar dapat menyesuaikan standar operasional prosedur yang mereka miliki dengan kondisi cuaca yang terjadi agar dapat memberi pelayanan penerbangan yang aman bagi masyarakat.

"Saya juga mohon doanya semoga di situasi alam yang cukup mempunyai tantangan hari ini dengan siklon yang memang hari ini bergerak mendekati khususnya di wilayah Lampung dan pesisir semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya