Suap Jabatan Polda Jateng, Golkar: Tak Hanya di Kepolisian

DPR mengapresiasi tindakan Bareskrim Polri atas terungkapnya fakta penyuapan untuk kenaikan jabatan di tubuh Polri.

oleh Liputan6 diperbarui 26 Jun 2013, 17:54 WIB
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi tindakan Badan Reserse Kriminal Polri atas terungkapnya fakta penyuapan kenaikan jabatan di tubuh penegak hukum itu. Hal itu patut menjadi contoh bagi seluruh lembaga di Indonesia, sebab kasus suap-menyuap ada di seluruh elemen masyarakat.

"Kita perlu apresiasi dan seharusnya diikuti lembaga lain. TNI ada, Kementerian ada, dan semua yang terkait dengan penerimaan lowongan pekerjaan, kenaikan pangkat, pasti selalu ada. Tidak hanya di kepolisian," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Menurut Bambang, upaya pengungkapan kasus itu adalah pertanda kepolisian telah mencoba untuk membersihkan diri. "Harusnya orang-orang mendukung," ucapnya.

"Bukan hanya naik pangkat, sekolah pun ada upaya-upaya pelicin. Ini antara kepentingan orang butuh naik pangkat, butuh sekolah, dengan orang yang punya kewenangan untuk itu," terang politisi Golkar itu.

Sehingga, meskipun dana suap sebesar Rp 200 juta dikembalikan, menurut Bambang, setidaknya sudah ada upaya polisi untuk bongkar kasus di internal lembaganya. "Terutama yang berkaitan dengan penempatan jabatan, atau kenaikan pangkat," pungkas Bambang.

Pada Jumat, 21 Juni, Bareskrim Polri menangkap Wakil Direktur Sabhara Polda Jawa Tengah AKBP ES, yang hendak menyuap staf Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, Kompol JAP di Mabes Polri, beserta uang tunai ratusan juta rupiah. Diduga ES hendak menyuap JAP yang dikabarkan sebagai makelar jabatan. (Frd/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya