IHSG Hari Ini 11 Desember 2025 Loyo Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah memerah pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (11/12/2025) usai the Federal Reserve (the Fed) pangkas suku bunga acuan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Desember 2025, 16:57 WIB
The Federal Reserve (the Fed) memangkas suku bunga acuan sesuai prediksi dimanfaatkan pelaku pasar. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Kamis, (11/12/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham melemah dan pelaku pasar dinilai realisasikan keuntungan setelah the Federal Reserve atau the Fed pangkas suku bunga acuan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,92% ke posisi 8.620,48. Indeks LQ45 turun1,15% ke posisi 847,08. Seluruh indeks saham acuan merosot. Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.776,97 dan level terendah 8.580,10. Sebanyak 500 saham melemah sehingga bebani IHSG.

201 saham menguat dan 98 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.604.826 kali dengan volume perdagangan saham 69,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.648.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG hari ini merosot dibebani oleh sektor infrastruktur, basic materials, dan big banks. “Koreksi IHSG pun terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan seiring pergerakan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya mengatakan, IHSG merosot kemungkinan dipengaruhi ada aksi ambil untung dari investor. Selain itu juga memanasnya geopolitik Jepang dengan China. Kemudian Amerika Serikat dengan Venezuela.

Sementara itu, dari 11 sektor saham, tiga sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,57%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 0,50% dan sektor saham consumer siklikal menguat 0,39%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur merosot 4,08%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,34%, sektor saham basic merosot 0,86%, sektor saham kesehatan turun 0,53%. Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 0,75%, sektor saham properti melemah 1,53%, sektor saham teknologi melemah 1,57% dan sektor saham transportasi turun 1,74%.

Gerak Saham

Pekerja menatap layar monitor yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham PADI merosot 6,87% ke posisi Rp 122 per saham. Harga saham PADI dibuka turun ke posisi Rp 119 per saham dari sebelumnya Rp 131 per saham. Harga saham PADI berada di level tertinggi Rp 130 dan level terendah Rp 112 per saham. Total frekuensi perdagangan 32.515 kali dengan volume perdagangan 8.216.219 saham. Nilai transaksi Rp 98,3 miliar.

Harga saham INPC merosot 1,31% ke posisi Rp 151 per saham. Harga saham INPC dibuka stagnan di posisi Rp 153 per saham. Saham INPC berada di level tertinggi Rp 157 dan level terendah Rp 150 per saham. Total frekuensi perdagangan 819 kali dengan volume perdagangan 125.895 saham. Nilai transaksi Rp 1,9 miliar.

Harga saham AMRT terpangkas 0,78% ke posisi Rp 1.910 per saham. Saham AMRT dibuka stagnan di posisi Rp 1.925 per saham. Harga saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.930 dan level terendah Rp 1.875 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.093 kali dengan volume perdagangan saham 572.236 saham. Nilai transaksi Rp 109,3 miliar.

Harga saham BBCA terpangkas 0,93% ke posisi Rp 8.000 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.200 dan level terndah Rp 7.900 per saham. Total frekuensi perdagangan 43.652 kali dengan volume perdagangan 1.449.743 saham. Nilai transaksi Rp 1,2 triliun

Top Gainers-Losers

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham CTTH melonjak 35%
  • Saham SAFE melonjak 25%
  • Saham DOOH melonjak 25%
  • Saham RLCO melonjak 25%
  • Saham SOTS melonjak 25%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham FPNI merosot 14,96%
  • Saham MORA merosot 14,95%
  • Saham HOPE merosot 14,85%
  • Saham TRIN merosot 14,71%
  • Saham ASPI merosot 14,46%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 7,8 triliun
  • Saham DEWA senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BKSL senilai Rp 1,1 triliun

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 530.819 kali
  • Saham BKSL tercatat 163.939 kali
  • Saham DEWA tercatat 148.025 kali
  • Saham HUMI tercatat 93.306 kali
  • Saham COAL tercatat 74.364 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham regional Asia pada Kamis sore ini antara lain indeks Nikkei turun 463,80 poin atau 0,92 persen ke 50.139,00, indeks Hang Seng merosot 10,27 poin atau 0,04 persen ke 25.530,51.Demikian mengutip Antara, Kamis ini.

Selain itu, indeks Shanghai susut 27,18 poin atau 0,70 persen ke 3.873,32, dan indeks Strait Times menguat 13,20 poin atau 0,28 persen ke 4.524,03.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya