Liputan6.com, Islamabad - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina dalam kunjungan resmi ke Islamabad pada 8–9 Desember 2025.
Sikap tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Pernyataan Bersama Indonesia–Pakistan yang dirilis usai rangkaian pertemuan bilateral tingkat tinggi, demikian diungkapkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kemlu RI, Rabu (10/12/2025).
Advertisement
Dalam pembicaraan dengan Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, kedua negara menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan berkelanjutan di Palestina.
Indonesia dan Pakistan menegaskan perlunya upaya kolektif internasional untuk memastikan dihentikannya kekerasan dan dimulainya proses politik yang kredibel bagi tercapainya perdamaian.
“Indonesia dan Pakistan menekankan pentingnya penyelesaian komprehensif terhadap konflik Palestina berdasarkan solusi dua negara,” demikian salah satu poin Pernyataan Bersama tersebut.
Kedua negara juga menegaskan kembali komitmen terhadap pendirian negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
Dalam dialog tersebut, pemimpin kedua negara menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui implementasi penuh prinsip-prinsip keadilan, hukum internasional, dan resolusi PBB yang relevan.
Selain isu Palestina, pertemuan tingkat tinggi itu membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, kesehatan, pertahanan, hingga penanggulangan bencana. Namun, dukungan atas solusi dua negara menjadi salah satu poin yang paling disorot, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kunjungan Prabowo ke Pakistan berlangsung selama dua hari dengan agenda pertemuan bersama Presiden Zardari, PM Sharif, serta penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama. Pemerintah Pakistan juga menganugerahkan penghargaan negara Nishan-e-Pakistan kepada Prabowo dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.